sejarah hadirnya ketupat
Foto: wikiwand

Bukan saat Lebaran, di Kampung Ini Ketupat Sudah Muncul sejak Pertengahan Ramadhan

Ramadhan di Kampung Bagoang berbeda dari yang lainnya. Tak seperti di daerah lainnya, di sini lebaran tidak identik dengan ketupat. Makanan mengenyangkan itu hadir lebih awal yaitu di hari ke-15 Ramadan.

Ya, Ramadhan kerap diidentikkan dengan kurma atau kolak. Sedangkan Lebaran identik dengan ketupat. Lagi-lagi, separuh akhir Ramadhan di kampung Bagoang tak seperti itu.

Ada istilah ‘Qunut’ bagi satu tradisi di masyarakat Kampung Bagoang, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Nuansa Qunut sudah terasa sejak satu hari sebelumnya. Mereka mulai mengambil daun kelapa muda dan menganyamnya menjadi cangkang ketupat. Kemudian setelah sahur, mereka merebus ketupat tersebut berjam-jam sampai matang.

Puncak Qunut terjadi di malam hari. Usai menunaikan Shalat Tarawih berjamaah, kaum adam Kampung Bagoang tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan duduk bersila di teras masjid dan menggelar zikir bersama.

Selesai zikir, puluhan bahkan ratusan ketupat sudah tersaji dan siap dinikmati. Mereka memakan ketupat dengan opor atau sayur santan hasil olahan warga.

“Tradisi Qunut sudah ada sejak lama. Sejak dulu kala,” kata salah satu Ketua RW di Kampung Bagoang, Enung Nurhalim kepada Halal Lifestyle.

Jadi masyarakat Kampung Bagoang mengenal ketupat sebagai santapan khas pertengahan Ramadan. Bukan Lebaran. Sedangkan di Hari Raya Idul Fitri, mereka kerap menyajikan olahan ayam atau daging sebagai teman untuk menyantap nasi. []

Sumber: Halallifestyle


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

ibadah hari raya idul adha

Fikih seputar Lebaran, dari Malam Takbiran hingga Shalat Ied

Fikih Lebaran di sini maksudnya adalah sejumlah hukum syara’ yang terkait dengan hari raya Idul Fitri, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah shalat Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *