foto: antarafoto

Bulan Ramadhan, Pesanan Kubah Masjid di Jawa Timur Naik 25%

INSPIRADATA. Permintaan kubah masjid selama bulan Ramadhan di sentra industri 1.000 kubah masjid di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibanding hari biasanya.

“Ada peningkatan jumlah pesanan maupun permintaan barang jadi, cukup signifikan,” kata Redy alias Signal, pekerja industri kubah di salah satu industri kubah berbahan baja dan lembaran seng baja ringan atau galvalum di Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung, Rabu (31/05/2017) lansir Antara.

Redy tak bisa menjelaskan spesifik volume produksi yang menggambarkan peningkatan sekitar 25 persen tersebut, dengan alasan ukuran serta harga yang sangat bervariasi dengan durasi pengerjaan yang berbeda-beda pula.

Jika kubah mini dengan diameter kurang lebih 20 centimeter yang dibanderol harga di kisaran Rp100 ribu per buah, kata dia, dalam sehari satu pekerja bisa menghasilkan beberapa buah.

Namun untuk kubah berukuran jumbo dengan diameter 10-16 meter, kata dia, harga jual bisa mencapai ratusa juta rupiah dan durasi pengerjaan hingga setahun.

“Kami melihatnya (tren peningkatan jumlah permintaan) berdasar pengalaman tiap menjelang maupun saat Ramadhan tiba, termasuk tahun ini. Bahkan untuk memenuhi tingginya permintaan itu, manajemen harus menambah tenaga kerja musiman sebanyak 25-30 orang,” tutur Redy.

Saat dikonfirmasi, pengusaha industri kubah terbesar di Tulungagung yang memiliki jaringan pasar di seluruh Indonesia ini mengatakan mayoritas barang yang mereka buat/rangkai merupakan pesanan pelanggan, jauh hari sebelum Ramadhan.

Hanya saja, kata dia, jatuh tempo pengambilan atau permintaan penyelesaian pekerjaan rata-rata sebelum Lebaran.

“Ada juga yang langsung datang, mampir dan membeli (tidak pesan terlebih dulu),” kata Roekan.

Ia enggan bicara soal omzet usaha produksi kubah miliknya. Saat dikonfirmasi wartawan, Roekan yang telah mengembangkan usaha kerajinan kubah yang dulunya berbahan kuningan sejak era 1970-an, bisnis kerajinan kubah masjid seperti mengelola usaha yang serba misterius.

Selain pangsa pasar yang sangat terbatas atau segmented, kata dia, permintaan cenderung fluktuatif.

“Kadang bisa ramai, kadang sepi sekali. Hari ini saja ada saja yang tiba-tiba menelepon dan pesan, tapi ada juga yang sudah mau pesan lalu telepon lagi dan dibatalkan. Usaha industri kubah tidak bisa diprediksi,” katanya. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *