Busana Syar’i Itu Bahaya?

23

muslimah-  - Busana Syar’i Itu Bahaya? -INSPIRADATA. Mobilitas memang sangat diperlukan, kewajiban ber juga tidak boleh ditinggalkan. Namun, seringkali terjadi kekhawatiran akan bahaya berkendara yang kerap dikait-kaitkan dengan busana syar’i para ah. Misalnya rok lebar yang kita kenakan justru melilit rantai atau malah terhisap knalpot tanpa kita sadar. Bahayanya bukan hanya sekedar kecelakaan lalu lintas saja. Yang lebih berbahaya dari itu adalah jika terbentuk persepsi di masyarakat bahwa busana syar’i kita dianggap membahayakan nyawa. Padahal kan bukan salah pakaiannya, tetapi mungkin karena kurangnya kehati-hatian kita dalam berkendara.

Duh, ngeri rasanya jika mengingat kembali pengalaman saya pribadi ketika terjerembab jatuh di aspal jalan raya akibat rok yang terlilit rantai motor. Alhamdulillah, Allah masih masih menyelamatkan nyawa saya. Walhasil, saya dapat jahitan di kepala dan luka memar di sekujur badan. Semoga pengalaman yang sama tidak terjadi pada muslimah berhijab lainnya.

Nah, untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan saat berkendara. Baik sebagai pengemudi ataupun penumpang, muslimah perlu memperhatikan beberapa hal. Dilansir dari Annida-Online, berikut ini tips aman berkendara untuk muslimah yang bisa selalu dipraktekkan tiap kali naik motor:

  1. Pakailah dalaman celana panjang . Misalnya celana legging. Ini untuk mengamankan aurat. Agar kaidah syar’i tetap terjaga.
  2. Untuk yang berhijab lebar, masukkan saja hijab ke dalam jaket. Sering kali hijab lebar berkibar-kibar ketika motor melaju, akibatnya bisa berbahaya lho. Pernah ada pengendara lain yang spionnya nyangkut di hijab lebar pengendara di depannya sampai kedua motor itu pun jatuh.
    Perintah berhijab tentu bukan untuk mencelakakan, melainkan untuk menyelamatkan ataupun melindungi kita. Maka, dahulukanlah keselamatan agar kita dan orang-orang tidak lantas memandang buruk pada hijab lebar yang kita pakai.
  3. Perhatikan ujung gamis. Gamis yang terlalu panjang dan juga berkibar-kibar sangat rentan masuk ke dalam rantai motor. Maka, perhatikan ujung gamis sebelum naik motor. Caranya, bisa dengan melipat atau merapikan bagian bawah gamis supaya tidak berkibar-kibar ketika tertiup angin.
  4. Pakai helm yang standar nasional. Hijab bukan berarti pengganti helm. Pelindung kepala itu etap harus dipakai meskipun kepala kita sudah ditutup dengan hijab. Ini agar kita lebih aman dan terlindungi.
  5. Pakai pelindung tubuh. Supaya tidak masuk angin, pakailah pelindung tubuh seperti jaket atau pakaian tebal yang bisa mencegah paparan angin langsung ke tubuh kita.
  6. Pakai masker dan sarung tangan. Khususnya untuk perjalanan jauh dan melewati banyak polusi, perlu pergunakan masker untuk melindungi wajah dan paru-paru.

Nah, dengan demikian, muslimah bisa tetap menjaga kaidah Syar’i dalam berpakaian sekaligus aman dan terlindungi saat berkendara.[]

(Visited 26 times, 1 visits today)
loading...
loading...