Busyro Muqoddas

Busyro Muqoddas Meminta Presiden Turut Menanggapi Kasus Novel Baswedan

INSPIRADATA. Busyro Muqoddas selaku mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan keraguannya terhadap kasus Novel Baswedan. Ia mengatakan bahwa dirinya pesimis kasus Novel akan selesai jika hanya ditangani oleh Polri. Demikian dikutip dari Republika, Jumat (5/5/2017).

“Nah oleh karena itu, karena Polri itu di bawah presiden. Ya sudah, Presiden silakan tunjukkan kejujurannya saja tentang kasus ini,” kata Busyro saat ditemui di Gedung Komisi Yudisial, Kramat Raya.

Ia mengatakan ada hal yang menarik dalam penanganan kasus ini. Salah satunya adalah, diterbitkannya Keputusan Presiden (Kepres) yang isinya adalah pembentukan tim gabungan Polri, unsur KPK, unsur civil society. Kemudian, lanjut Busyro, jika tim ini dibentuk, masa tugasnya paling lama hanya 40 hari.

Busyro mengatakan, presiden bukan hanya tidak merespons, juga tidak menghargai pegawai KPK. “Di KPK kan yang permanen itu pegawainya, bukan pemimpin. Kalau pemimpin itu, masa jabatannya hanya empat tahun saja,” kata Busyro.

Busyro menyatakan, banyak pegawai KPK yang sudah menyampaikan aspirasinya kepada Presiden dan Pimpinan KPK. Namun yang dikecewakan adalah, kedua pihak sama sekali tidak merespon. “Dua-duanya tidak menghargai pegawai KPK. Ini aneh banget,” kata Busyro.

Dia menegaskan, publik menaruh sikap pesimis bahwa kasus penyiraman Novel Baswedan ini tidak sungguh-sungguh diungkap oleh Polri. Jika seperti ini, khawatir akan timbul lagi kasus-kasus yang lain. Seperti, kata dia, sebelumnya ada penyidik KPK lain yang diambil paksa laptopnya ketika berada di taksi.

“Ini sudah teror, tidak hanya Novel, tapi pegawai lainnya juga diteror karena menyimpan dokumen penting,” kata Busyro. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *