hanya allah yang berhak disembah
foto: plus.google.com

Buta karena Do’a Sa’id

INSPIRADATA. Saat pemerintahan Islam berada dalam tampuk Daulah Umayyah, merebak isu dalam waktu yang lama di masyarakat Yatsrib atau Madinah saat itu, terhada Sahabat Rasul Sa’id bin Zaid.

Seorang wanita bernama Arwa binti Umais menuduh Sa’id bin Zaid talah merampas tanahnya. Wanita tersebut menggemboskan fitnah ke seantero Muslimin, dan mengadukannya kepada Gubernur Madinah Marwan bin Hakam.

Marwan pun mengirim petugas kepada Sa’id perihal sengketa tanah tersebut. Sahabat Rasulullah ini sangat prihatin atas tuduhan tersebut.

BACA JUGA: Sa’id bin Zaid, Salah Satu 10 Sahabat yang Diawali dari Do’a Ayah

“Dia menuduhku menzhaliminya (merampas tanah). Bagaimana mungkin saya menzhaliminya, padahal saya telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang mengambil tanah orang lain walaupun sejengkal, nanti di Hari Kiamat Allah akan memikulkan tujuh lapis bumi kepadanya.’ Ya Allah, dia menuduh saya menzhaliminya.

Seandainya tuduhan itu palsu, butakanlah matanya dan ceburkanlah dia ke sumur yang dipersengketakannya dengan saya. Buktikanlah kepada kaum Muslimin sejelas-jelasnya bahwa tanah itu adalah hak saya dan bahwa saya tidak pernah menzhaliminya,” kata Said.

Beberapa waktu kemudian, terjadilah banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terbukalah tanda batas tanah Sa’id dan tanah Arwa yang mereka perselisihkan. Kaum Muslimin memperoleh bukti, kalau Sa’id lah yang benar.

Sebulan setelah itu, wanita tersebut benar-benar menjadi buta. Ketika dia berjalan meraba-raba di tanah yang dipersengketakannya, dia pun jatuh ke dalam sumur di sana.

Karenanya Ibnu Umar pernah berkata, “Memang ketika kami masih anak-anak –kami mendengar orang berkata—bila mengutuk orang lain, ‘Dibutakan mata kamu seperti Arwa.’”

Dan peristiwa itu tidak terlalu heran, karena Rasulullah pernah bersabda, “Takutlah do’a orang teraniaya. Karena antara dia (orang teraniaya) dengan Allah tidak ada batas.”

Dan yang pasti, bahwa Sa’id bin Zaid adalah salah satu dari sepuluh sahabat Rasul yang dijamin masuk surga. Dari Abdurrahman bin Auf, dia berkaa, Rasulullah SAW bersabda: “Abu Bakar di Surga, Umar di surga, Ali di surga, Thalhah (thalhah bin Abdullah) di surga, Az-Zubair (Zubair bin Awwam) di surga, Abdurrahman bin Auf di surha, Sa’ad (Sa’ad bin Abi Waqqas) di surga, Sa’id (Sa’id bin Zaid) di surga, dan Abu Ubaidillah (bin Jarrah) di surga.” (H.R At-Tirmidzi) []

Referensi:
Hepi Andi Bastoni, 101 Sahabat Nabi


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *