Cangkir Masa Depan

Alkisah, ada seorang murid yang bertanya pada gurunya, akan menjadi apa dirinya kelak.

Sang guru kemudian mengambil dua teko dan dua cangkir. Ia kemudian menuangkan isi teko ke dalam cangkir. Segera, bau teh panas yang wangi menyeruak  di ruangan itu. Sang guru bertanya, “Apa yang kau lihat dan kau cium?” Si murid menjawab, “Wangi teh yang sangat harum, Guru.”

Tak lama, kemudian beliau mengambil teko kedua dan menuangkan isinya ke dalam cangkir yang lain. Tercium bau menyengat, khas ramuan obat dan jejamuan.

“Sekarang, apa yang kaucium?” Muridnya menjawab, “Bau jamu, Guru. Aromanya sangat menyengat, bau rempahnya menusuk hidung.”

Sang guru kemudian berkata, “Beginilah perumpamaan dirimu. Akan jadi apa kelak, tergantung pada apa yang ada dalam diri kamu. Saat kamu berbuat sesuatu berdasar apa yang ada di dalam, itulah cerminan yang akan menentukan masa depanmu. Teh dan jamu sama-sama punya aroma yang kuat, sama-sama pula punya manfaat. Tapi teko teh tak mungkin mengeluarkan jamu. Sebaliknya, teko jamu tak mungkin pula mengeluarkan teh. Jadi, apa yang ada dalam diri kamu, pasti sesuai dengan apa yang kamu bagikan kepada orang lain, dan itulah yang akan terjadi pada masa depanmu. Jadi, isi dirimu dengan kebaikan, maka kebaikan pulalah yang akan terjadi padamu.”

Kisah tersebut mengajari kita betapa sebenarnya, apa yang terjadi pada diri kita sangat bergantung pada apa yang ada di dalam diri kita.

Kisah tersebut hendaknya membuat kita sadar bahwa kita hanya akan menjadi seperti yang kita pikirkan.

Kita akan mengisi “cangkir” masa depan, dengan mengisi “teko” pikiran sesuai yang kita harapkan. []

 

Sumber: www.andriewongso.com


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *