Foto: mondo trudeau

Cara Jawab Ucapan ‘Taqabbalallahu Minna Wa Minkum’ Sesuai Tuntunan Hadis

Sebagaimana halnya menyambut Ramadan, umat Islam juga bersukacita menyambut 1 Syawal yang merupakan hari raya Idulfitri 2018. Saat Idulfitri Anda akan bertemu seseorang atau keluarga lalu yang mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum ( semoga Allah menerima [amalan] dari kami dan [amalan] dari kalian). 

Lantas, apa jawaban Anda?

Dikutip dari Bersamadakwah, ketika seorang Muslim bertemu dengan sesama Muslim pada momen Idulfitri, para sahabat Nabi mencontohkan untuk mengucapkan selamat hari raya dengan ucapan sekaligus doa:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(Taqabbalallahu minna wa minkum)

Artinya, semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan (amalan) dari kalian.

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka,” tulis Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Baari.

Nah, bagaimanakah menjawab taqabbalallahu minna wa minkum?

Dalam riwayat sahabat dan salafush shalih yang sampai kepada kita, jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum.

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Demikianlah jawaban sahabat dan salafus shalih, ketika mendapatkan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum. 

Jawaban ini seperti perintah Allah dalam Alquran,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.” (QS An Nisa’ : 86).

Wallahu a’lam bishshawab. []

 


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *