Unik, Informatif , Inspiratif

Cara Mudah Shalat Tahajud

0

Rasulullah SAW sangat menganjurkan setiap muslim untuk melakukan shalat tahajud. Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, shalat ini juga salah satu jalan agar diijabahnya setiap doa. Meski banyak yang merasa berat menjalankan shalat ini, namun ternyata ada cara mudah shalat tahajud yang jarang diketahui. Simak penjelasannya.

Tidak mudah memang untuk melaksanakan shalat tahajud yang waktu pelaksanaannya di sepertiga malam. Lalu adakah metode agar melakukan sholat tahajud terasa ringan?

Ada metode yang dinamakan “Reframe” yang artinya membingkai ulang kejadian yang ingin kita pilih. Nama ini diambil dari teknik NLP, salah satu cabang ilmu psikologi. Teknik ini bisa menjadi salah satu ikhtiar cara mudah shalat tahajud yang bisa dicoba.

BACA JUGA: 5 Penyakit Ini Bisa Sembuh dengan Shalat Tahajud

Jauh sebelum teknik NLP dirumuskan, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebenarnya telah mengajarkan semua umat muslim di dunia cara mudah shalat tahajud. Hanya saja, dulu teknik ini belum dinamai reframe.

Alkisah ada seorang sahabat yang masuk Islam dihadapan Rasulullah, lalu dia minta izin agar tetap dibolehkan berzina seperti kebiasaan nya dulu sebelum menjadi seorang muslim.

Mendengar hal itu Rasulullah hanya tersenyum, beliau menjawab nya dengan pertanyaan balik,

“Relakah engkau jika ibumu dizinahi laki-laki lain?” Tanya Rasulullah
“Demi Allah aku tidak rela,” jawab pria itu.

“Begitu pula orang lain tidak akan rela ibu mereka dizinahi olehmu,” Rasulullah menambahkan.

“Relakah engkau jika anak perempuanmu dizinahi laki-laki lain?” Lanjut Rasulullah.
“Demi Allah aku tidak rela,” dengan tegas pria itu menjawab.

“Begitu pula orang lain tidak akan rela anak perempuan mereka dizinahi olehmu”… Jelas Rasulullah.

Inilah contoh reframe dari Rasulullah. Hasilnya luar biasa, sahabat tersebut kemudian tersadarkan dan sejak hari itu tidak ada hal yang lebih dia benci di banding zina.

Sekarang mari kita pakai teknik ini saat kita malas bangun malam. Bertanyalah pada diri sendiri secara berulang-ulang,

“Bila malam ini ayah saya sakit keras dan kritis di ruang ICU, bukankah saya tetap harus bangun semalaman menjaganya?”

BACA JUGA: Qiyamul Lail dan Tahajud, Apa Bedanya?

“Bila malam ini kebakaran besar terjadi di rumah saya, bukankah saya tetap harus bangun semalaman memindahkan barang?”

“Tetapi Alhamdulillah, ayah saya sehat, rumah saya aman, saya hanya harus bangun malam untuk shalat tahajud. Bukankah ini pilihan yang paling saya suka ?”

Mungkin kita belum melihat hasilnya dalam satu malam, tetapi lakukan terus secara rutin setiap malam, insya Allah kita bisa bangun dengan perasaan senang dan penuh syukur kepada Allah SWT. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.