Unik, Informatif , Inspiratif

Cari Nafkah, Saat Uang Bolivar Dijadikan Kerajinan Tangan

0

Richard Segovia, warga Venezuela yang menghadapi kehancuran ekonomi negaranya dengan cara yang mengejutkan sekaligus inspiratif. Ia bertahan hidup dengan menjual hasil kerajinan tangan dari uang kertas Bolivar di perbatasan Kolombia.

Ide membuat kerajinan tangan dari lembaran bolivar bermula ketika Segovia, 24 tahun, tiba di kota Cucuta di perbatasan Venezuela-Kolombia dua bulan lalu.

Ia membawa istrinya yang sedang hamil dan sepupunya setelah pabrik tempat ia bekerja di Venezuela tutup. Gaji per bulannya saat itu setara US$ 2,5. Inflasi empat digit menjatuhkan nilai uang bolivar Venezuela.

“Kami punya banyak uang tapi tidak dapat membeli apa-apa, karena di Venezuela uangmu tidak ada nilainya,” kata Segovia, lansir South China Morning Post, Senin (26/02/2018).

Ide membuat kerajinan tangan dari uang bolivar muncul di satu malam ketika dia dan sepupunya kembali ke Caracas dan menyaksikan tumpukan uang bolivar.

Segovia kemudian mulai melipat bolivar kertas yang berwarna warni seperti origami untuk dijadikan dompet dan tas origami.

Setiap item yang dia buat membutuhkan sekitar 800 hingga 1000 lembar bolivar yang nilainya setara 50 sen dollar Amerika Serikat.

Mendapat simpati

Ide kreatif Segovia mendapat simpati dari warga Kolombia. Dompet dan tas pun diminati dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga bahan bakunya. Pada hari-hari sibuk, tas dan dompet bolivarnya laku berkisar US$ 10 hingga US$ 15 per item.

Pesanan dalam jumlah besar baru-baru ini datnag dari seorang perempuan yang menjalankan usaha butik di Bogota. Ia mendengar tentang kerajinan tangan Segovia melalui televisi setempat.

Dari penghasilan menjual dompet, tas dan tali pinggang dengan bahannya dari uang bolivar, dia dapat mengirim sekitar US$ 15 ke keluarganya di Caracas saat dia pulang.

“Uang ini memang tidak banyak, tapi cukup untuk sarapan,” kata Segovia.

Dia dan istrinya menjajakan produk kreasi mereka di area yang banyak dilewati orang dekat terminal bus.

Krisis politik dan ekonomi di Venezuela sudah sangat parah. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari krisis yang muncul setelah Hugo Chaves wafat dan digantikan wakilnya, Nicolas Maduro. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.