Cerita Mahasiswa Al-Azhar yang Dakwah di Kafe-kafe

INSPIRADATA. Ada pemandangan berbeda di beberapa kafe kopi di Distrik el-Ajami, Alexandria, Mesir.

Beberapa dai dengan baju kebesaran khas al-Azhar Mesir, lengkap dengan ‘peci’ nya bercorak merah dan putih tengah masuk ke sejumlah kedai atau kafe kopi di sana.

Masyarakat Mesir memang mempunyai kebiasaan menghabiskan waktu yang cukup lama di warung-warung kopi. Entah untuk sekadar nongkrong, atau untuk nonton bersama pertandingan sepak bola antara dua tim bebuyutan.

Kedatangan para dai disana tentu saja bukan untuk ikut ‘nongkrong’, melainkan untuk berdakwah dan menyampaikan prinsip-prinsip Islam moderat.

Pembicaraan agama menjadi tidak menjenuhkan, karena dibalut dengan suasana santai dan ditemani secangkir kopi.

Perbincangan didominasi masalah warisan, rezeki, dan rumah tangga.

“Gagasan ini dicetuskan langsung Grand Syekh al-Azhar, Ahmad Thayib untuk mempromosikan moderasi Islam,” kata Yusuf Rajab, salah satu da’i seperti dikutip dari alarabiya.net.

Bersama tiga rekannya, Yusuf mendatangi kafe-kafe di kawasan tersebut. Durasi kunjungan itu rata-rata 15 menit.

Kendati demikian, upaya ini tak selalu berjalan mulus. Ada juga pengelola kafe yang menolak kunjungan dengan alasan mereka khawatir dakwah ini adalah pendekatan halus agar masyaraka menjauhi syisya yang merupakan dagangan favorit mereka di kafe.

“Namun secara umum kami diterima dengan baik,” ujar Yusuf.


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *