Unik, Informatif , Inspiratif

‘Chatting’ yang Berujung Desiran Syahwat

0

Berinteraksi, berkomunikasi verbal, atau berkomunikasi melalui pesan singkat dengan wanita ajnabiyah (non-mahram) itu merupakan bahaya yang besar dan nyata bagi agama dan kehormatan seorang lelaki. Hal ini bisa menjadi buruk jika tidak dibarengi dengan aturan-aturan yang membuatnya aman dari fitnah. Apalagi jika komunikasi ini dilakukan dengan sering dan terus-menerus.

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku, fitnah (godaan) yang lebih besar bagi lelaki melainkan wanita,” (HR. Bukhari no. 5096, Muslim no. 6740).

Seorang lelaki hendaknya ketika berinteraksi dengan wanita non mahram menjaga dirinya dengan adab-adab yang ketat dan hanya sebatas keperluan saja. Agar tidak muncul di hati sang lelaki suatu keterkaitan yang bisa tumbuh di dalam hati yang memiliki penyakit hati.

Oleh karena itu, semua interaksi verbal atau tulisan antara lelaki dan wanita yang mengandung nada yang lembut, mendayu-dayu, melucu, juga yang penuh kekaguman, dan semacamnya yang menimbulkan desiran-desiran syahwat, ini hukumnya terlarang. Namun perkataan yang penuh wibawa dan adab serta perkataan yang ma’ruf tidaklah termasuk dilarang.

Karena kita tahu, nada yang lembut dan gaya bahasa yang gemulai pasti akan menyentuh hati dan memicu syahwat sehingga nantinya akan menimbulkan angan-angan serta munculnya syahwat.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفًا

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,” (QS. Al Ahzab: 32).

Para lelaki harus bisa meninggalkan interaksi dengan para wanita yang memang juga tidak menjunjung adab dan syariat. Kecuali pada keperluan-keperluan yang mendesak dengan tetap menjaga aturan-aturan agama dengan syarat aman dari fitnah.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah dari wanita,” (HR. Muslim no. 2742). []

Wallahu A’lam.

Sumber: muslim.or.id


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline