Unik, Informatif , Inspiratif

China Nilai Potensi Fintech Belum Maksimal

0

Laporan dari konsultan EY pada 2017 menyebutkan bahwa 69 persen konsumen digital yang aktif di China merupakan penguna pelayanan fintech. Jumlah itu lebih tinggi dibanding di Amerika Serikat (AS) yang hanya 33 persen.

Laporan EY juga menyebutkan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut mengadopsi fintech sudah cukup tinggi.

Namun, Co-founder dan Chairman dari Rong360, David Ye menuturkan pertumbuhan terbesar untuk adoptasi fintech itu berasal dari sistem pembayaran.

David Ye menjelaskan bahwa China memang unggul dalam fintech seperti halnya pembayaran. China jauh terdepan dibanding negara-negara lainnya dalam hal pembayaran yang mana penetrasinya mencapai 60 hingga 70 persen. Pernyataannya ini dikutip dari situs web CNBC.

BACA JUGA: Dikabarkan Dapat Suntikan Dana Besar dari Google, Go-Jek Bungkam

Walau perkembangan Fintech cukup baik, namun David Ye menambahkan, fintech antara lain kredit online, kartu kredit, kredit infrastruktur dan akses asuransi masih jauh di bawah penetrasi. Oleh karena itu, fintech terhadap akses keuangan itu masih punya ruang untuk tumbuh.

Menurut David Ye, pihaknya mengharapkan selruh sektor dengan pertumbuhan double digit, atau mungkin di sektor lain bisa high double digit dalam waktu 5 sampai 10 tahun ke depan.

BACA JUGA: Akademisi China Ini ‘Ciptakan’ Sepeda Hantu

Salah satu perusahaan financial technology atau industri teknologi keuangan (fintech) di China menyebutkan meskipun saat ini pertumbuhan fintech tengah berada di puncaknya karena penggunaan sistem pembayaran lewat internet yang luas, industri fintech belum mencapai potensi maksimal.

Industri Fintech masih akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya dunia perdagangan. Terlebih lagi bagi China, negara yang dikenal dengan kekuatan ekonomi yang sebagian sektornya perekonomiannya disangga oleh perdagangan. []

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.