Unik, Informatif , Inspiratif

Cina Gelar Kampanye Anti Halal di Xinjiang

0 11

Dalih memerangi ekstremisme, otoritas Cina meluncurkan kampanye melawan produk berabel “halal”. Cina menuduh labelisasi produk halal sebagai propaganda kelompok ekstrem.

Kampanye “anti halal” ini digelar di kawasan otonomi Xinjiang hari Senin (8/10). Mereka mengaku menghentikan penetrasi Islam dalam kehidupan sekuler yang bisa memicu ekstremisme. Mayoritas penduduk Xinjiang, yang punya status “daerah otonomi”, berasal dari etnis Uighur dan beragama Islam.

Dalam pertemuan hari Senin, para pemimpin Partai Komunis di ibukota Xinjiang, Urumqi, memimpin para kader untuk mendeklarasikan tekat untuk “bertarung dalam pertempuran melawan pan-halalisasi'”.

BACA JUGA: Nasib Minoritas Muslim Uighur Cina

Cina sering dikecam kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pemerintahan asing karena laporan-laporan tentang tindakan keras dan pelanggaran hak asasi. Sekitar 1 juta warga dari etnis Uighur berada dalam tahanan aparat keamanan.

Terkait hal ini, Pemerintah Cina di Beijing membantah adanya pelanggaran hak-hak umat Muslim di Xinjiang. Namun mereka menyatakan, langkah keras diperlukan untuk menindak ekstremisme dan perpecahan di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Cina Bangun Bandara Terbesar Dunia

Harian pemerintah Global Times hari Rabu (10/10) mengatakan, “tuntutan bahwa berbagai hal yang tidak mungkin halal harus mendapat label hal” telah memicu permusuhan terhadap agama dan memungkinkan Islam menembus kehidupan sekuler.

Sebagai bagian dari kampanye anti-halal tersebut, jaksa kepala Uighur di Urumqi lshat Osman menulis sebuah artikel berjudul: “Teman, Anda tidak perlu mencari restoran khusus halal untuk saya”. []

SUMBER: DETIK

 

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline