Unik, Informatif , Inspiratif

Cintai Allah dan Rasulullah di Atas Segalanya

0

Kau tahu? Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini ialah ketika hati kita mampu merasakan manisnya iman dan indahnya islam. Ketika kita mampu mencintai Allah dan RasulNya di atas segala-galanya.

Ketika kita mampu membaiatkan cinta kita kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan terus-menerus melantunkan sholawat kepadanya.

BACA JUGA: Ini Alasan Rasul Larang Berdebat

Puncak dari keimanan ialah ketika seseorang mencintai akhirat lebih daripada kenikmatan dunia. Hingga ia akan beramal dengan mengharapkan balasan surga disisiNya. Ia akan lebih tenang, lebih bisa menerima dengan lapang dada atas segala kehendak yang telah Allah tetapkan untuknya. Ia pun akan lebih bijak dalam menyikapi segala persoalan yang ada. Hidupnya akan jauh lebih bahagia dari yang lainnya. Sebab, ada Allah dan Rasulullah di hatinya.

Beruntunglah mereka yang mengenall kemahabaikan Allah. Beruntunglah mereka yang kerap melihat keajaiban-keajaibanNya. Beruntunglah mereka yang diberikan perasaan di dalam hatinya, yaitu rasa cinta terhadap kebaikan dan rasa benci terhadap kemaksiatan. Sebab, itulah tanda bahwa seseorang memiliki iman di dalam hatinya.

Pernahkah kau mencintai seseorang dengan sepenuhnya? Bahkan segala pengorbanan ingin kau lakukan untuk dirinya. Lantas, seberapa besar cinta kita kepada Allah, jika di hati kita sudah terpaut pada selainNya? Hati kita telah diisi oleh cinta yg bukan seharusnya.

Pernahkah kau menangis karena rasa rindu terhadap seseorang? Mungkin sering. Bahkan setiap malam ketika tiba-tiba kenangan bersamanya sepintas lewat di kepala. Tetapi pernah tidak kau merindukan sosok Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, hingga kau terisak dalam sesak karena ingin berjumpa?

Kita ini terkadang lucu. Ingin masuk surga ttp tak mau dekat dengan pemilik surga. Kita ini terkadang aneh. Ingin berjumpa Rasulullah, tetapi bersholawat saja rasanya begitu berat.

Jika dgn seseorang saja kau rela menghabiskan uang untuk telfonan dan malam mingguan, lantas berapa persen sedekahmu untuk membantu agama Allah sedang kau berkata ingin memasuki surgaNya?

BACA JUGA: Ya Rasulullah, Mengapa Engkau Berdoa Seperti itu?

Jika dengan seseorang saja kau rela menghabiskan malam untuk memikirkannya, lalu berapa sering kau mengingat Rasulullah sedang kau berkata ingin berdampingan dengan beliau kelak di surga?

Semoga kita semua pandai dalam mengola rasa dan menempatkan perasaan cinta. Agar hati kita jauh dari kata luka. []

SUMBER: TUMBLR GADISTURATEA


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.