Unik, Informatif , Inspiratif

Dalam Bekerja, Ada Berkah yang Utama

0

Orang-orang bekerja. Tetapi tidak semua yang bekerja, mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan berlimpah, merasa hidupnya adalah anugerah, dan keluarganya diliputi berkah. Karena ada yang bekerja hanya untuk menjadi kaya dan mengejar harta dunia semata.

Maka, tambahkan niat ibadah dan sifat keikhlasan dalam bekerja. Sehingga hidup menjadi cukup dan sejahtera, serta Allah SWT berkenan menghapus dosa-dosa kita.

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Thabrani).

BACA JUGA: Pencapresan Nurhadi Jadi Berkah Tersendiri

Orang-orang belajar. Tetapi tidak semua yang belajar, mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan jalannya menuju surga. Karena ada yang belajar agar diakui pintar dan menggunakan ilmunya untuk berbuat yang tidak benar. Maka, tambahkan niat ibadah dan sifat ketawadhu’an dalam belajar. Sehingga Allah SWT turunkan segala kebaikan dan karunia kepada kita, serta ilmu yang kita pelajari menjadi amal jariyah hingga di akhirat nanti.

“Jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Orang-orang menikah. Tetapi tidak semua yang menikah, setiap perbuatan baiknya berpahala dan hidupnya semakin dekat ke surga. Karena ada yang menikah hanya untuk bahagia di dunia, menuruti hawa nafsu saja, dan karena ikut teman-temannya. Maka, tambahkan niat ibadah dan ketakwaan dalam menikah.

Sebab dengan niat ibadah, maka segala perbuatannya adalah untuk-Nya. Tiap usaha untuk memberi nafkah kepadanya, tiap usaha untuk membimbing keluarga, dan tiap usaha untuk saling membahagiakan pasangan adalah karena Allah SWT. Sehingga setiap hari, menit, hingga detiknya adalah berpahala. Sebab menikah adalah separuh agama, lalu bertakwalah kepada Allah pada separuh yang lainnya. Sehingga agama kita menjadi sempurna dan bersama pasangan semakin dekat ke surga-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).” (QS. Al-Hijr: 45)

Memang esensi dari setiap perbuatan termasuk menikah, seringkali dilupakan. Sehingga setiap yang menikah tidak selalu mendapat kebaikan-kebaikan. Maka dalam hal niat, sesama pasangan salinglah mengingatkan. Memang menikah adalah ibadah terlama, maka setiap saat salinglah meluruskan.

BACA JUGA: Agar Kerja Kita Mengundang Berkah

Karena berkah yang utama dalam hal menikah, maka ingatlah Allah dalam setiap langkah. Sehingga Allah turunkan pada keluarga berupa sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Semoga setiap pernikahan kita, senantiasa berada di jalan-Nya dan berakhir pada surga-Nya. []

SUMBER: TUMBLR INSPIRASI ISLAMI


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline