, Dalam Islam, Pelayanan Kesehatan Penuhi Kriteria Ini
Unik, Informatif , Inspiratif

Dalam Islam, Pelayanan Kesehatan Penuhi Kriteria Ini

0

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan anugerah atau pun ujian terhadap setiap manusia berupa rasa sakit. Di mana, setiap rasa sakit pasti ada obatnya.

Dan tentunya, ada beberapa manusia di muka bumi ini yang mampu mengatasi penyakit-penyakit tertentu. Sehingga, mereka bertugas sebagai pelayan masyarakat dalam mengatasi rasa sakit yang dikeluhkan oleh mereka.

Dalam melayani masyarakat, sebagai muslim haruslah berpedoman pada apa yang disyariatkan dalam Islam. Nah, dilansir pada hamzah-harun.blogspot.co.id bahwa dalam Islam, pelayanan kesehatan hendaklah memenuhi beberapa kriteria. Apa sajakah itu?

1. Profesionalisme

Dalam Islam, pelayanan kesehatan tidak boleh dilakukan oleh orang yang bukan ahli atau bukan profesinya. Islam mengancam dengan hukuman berat kepada orang yang membuka praktik pengobatan tanpa ada ijazah.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menjadi tabib (dokter) tetapi ia tidak pernah belajar ilmu kedokteran sebelumnya maka ia akan menanggung risikonya,” (ditakhrij Abu Daud dan Nasa’i).

Apa yang diungkapkan dalam hadis di atas merupakan apa yang oleh masyarakat kita sekarang disebut dengan syahadah (ijazah) kedokteran.

Artinya jika seseorang mengobati pasien sedang ia tidak memahami ilmu kedokteran maka ia harus menanggung di depan undang-undang atas kesalahan pengobatan yang dilakukannya.

2. Pertanggungjawaban

Hadis di atas juga memberikan pengertian lain yang tidak kalah pentingya dengan diktum pertama, yaitu pertanggungjawaban terhadap kesalahan pelayanan pengobatan.

Undang-undang juga melindungi kesalahan dokter jika kesalahan itu tidak terbukti ada unsur kesengajaannya atau keteledorannya. Hadis di atas hanya membatasi pertanggungjawaban atas orang yang melakukan praktik tanpa izin praktik sebelumnya.

3. Setiap Penyakit Ada Obatnya

Apabila ada penyakit yang hingga sekarang belum bisa disembuhkan oleh ilmu medis, itu karena memang keterbatasan ilmu kita.

Oleh karena itu, Islam menganjurkan agar kita senantiasa berupaya ﷺ bersabda, “Sesungungnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya. Maka jika didapatkan obat maka sembuhlah ia dengan izin Allah.”

4. Spesialisasi

Islam mendorong spesialisasi (keahlian khusus) dalam pelayanan kesehatan. Hal ini dimaksudkan agar setiap dokter benar-benar ahli dalam bidang yang ditekuninya.

Itulah sebabnya maka setiap kali Rasulullah melihat beberapa dokter yang merawat pasien beliau bertanya, “Siapakah di antara kalian yang lebih menguasai spesialisasi tentang penyakit ini.” Apabila beliau melihat seorang di antara mereka yang lebih mengetahui (ahli), maka beliau mendahulukan di antara yang lainnya.

5. Tidak Mengobati Sebelum Meneliti Secara Cermat

Dilarang mengobati sebelum meneliti pasien dengan tepat sehingga akan tahu jenis penyakit dan sebab-sebabnya. Syabardal, seorang tabib Bani Najran datang kepada Rasulullah ﷺ berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini adalah seorang dokter dan tukang tenun kaumku pada masa jahiliyah, apa yang baik bagiku?” Maka Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu mengobati seseorang sehingga kamu yakin benar penyakitnya.” []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.