Foto: KOMPAS.com

Dari Limbah Rambut, Pelajar SMA Ini Raih Medali Emas Olimpiade di AS

Samuel Benedict (17) penasaran dengan apa yang dapat dilakukannya terhadap limbah rambut. Akibat rasa penasarannya, murid kelas 12 IPA di SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan ini berhasil menemukan khasiat tersembunyi dari limbah rambut. Tak hanya itu, ia juga berhasil membawa pulang medali emas bidang kimia dari ajang internasional Genius Olympiad 2017 di Oswego, New York, Amerika Serikat pada 12-17 Juni 2017 silam.

Menurut laporan dari Kompas.com, Samuel bercerita di sekolahnya pada Selasa (24/10/2017) siang. Ia mengatakan awalnya dirinya melihat banyak limbah rambut di salon tempatnya memotong rambut.

Samuel saat itu berpikir, apa yang dapat dilakukan terhadap rambut-rambut yang jumlahnya banyak sekali itu.

“Di salon, rambut itu sampai berkardus-kardus, ditumpuk, dibuang begitu saja. Habis mikir, saya iseng cari tahu ada kandungan apa aja sih di rambut kita,” ujar Samuel.

Samuel lalu berinisiatif untuk mengetahui kandungan rambut. Ia mencari informasi terkait hal tersebut di internet. Hasilnya, Samuel menemukan terdapat zat keratin di dalam rambut yang merupakan ikatan unsur sulfida, yang mana zat dan bahan tersebut dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas cat.

“Saya pikir, kenapa keratin ini enggak dimanfaatkan untuk di cat saja. Lalu saya coba-coba, bikin formulasi cat yang beda-beda,” ucap Samuel.

Kebetulan, saat itu Samuel sedang ada tugas sekolah untuk membuat proyek sains, sehingga dia menuangkan idenya mengetahui manfaat keratin dari rambut sekaligus mengerjakan tugas tersebut.

Dari berbagai formulasi cat yang dilapisi ke benda berbahan dasar besi, Samuel menemukan campuran cat dengan ekstrak keratin 15 persen hasilnya lebih baik ketimbang yang tidak ada keratin.

Berdasarkan penelitian sementara, Samuel tertarik mendalami manfaat keratin dalam rambut terhadap kandungan cat. Dia bahkan sempat meminta sampah rambut lagi dari salon-salon untuk melakukan penelitian lanjutan.

Sempat Minder

Pihak sekolah yang mengetahui soal penelitian Samuel tertarik untuk mendukung muridnya itu ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui bantuan pihak sekolah, Samuel dan satu temannya yang bernama Christopher Richard didaftarkan ke Genius Olympiad 2017 di Amerika Serikat.

Ajang seperti itu diakui Samuel baru pertama kali dia ikuti. Dirinya juga sempat minder kala bertemu langsung dengan peserta olimpiade lain di sana yang menurut dia temuan serta penelitian mereka lebih rumit dan tergolong susah disaingi.

“Awalnya kami juga rada minder sih, karena lihat project yang lain itu bagus-bagus banget. Misalnya, ada yang identifikasi leukemia sejak dini, soal kanker. Itu kan saingannya sudah berat ya,” ujar Samuel.

Meski begitu, Samuel dan Christopher tetap mempersiapkan bahan penelitian mereka sekaligus presentasi dengan maksimal di hadapan juri. Tanpa disangka, hasil penelitiannya tentang hubungan limbah rambut dengan cat menarik perhatian juri hingga akhirnya meraih medali emas bidang kimia.

Samuel, melalui sebuah presentasi di olimpiade, mengatakan cat yang mengandung ekstrak keratin akan lebih awet karena melindungi secara fisik dan juga secara kimiawi.

Samuel menyebut cat dengan ekstrak keratin lebih tahan asam, dan besi yang dilapisi cat tersebut tidak mudah korosi.

Pencapaian muridnya di ajang internasional itu diapresiasi Kepala SMA Santa Laurensia, Theja Kurniawan.

Pihak sekolah, menurutnya, selama ini telah menanamkan nilai-nilai kepada muridnya agar tidak melupakan apa yang bisa diberikan kepada masyarakat, tidak sekadar berprestasi secara akademik.

“Kami senang karena tidak hanya Samuel, banyak dari murid kami yang lain juga berkesempatan ikut ajang atau lomba di bidang masing-masing seperti sains, olahraga, dan lainnya serta punya pencapaian masing-masing. Kami terus tanamkan nilai dan dukung minat serta bakat murid-murid di sini yang berasal dari berbagai kalangan,” kata Theja. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *