Dari Pemulung ke Rumah Baca, Pengepul Ini ‘menyelamatkan’ Buku Sekaligus Berbagi ilmu

INSPIRADATA. Ditengah rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, bersyukur ada sosok seperti Robi Pantalemba. Di tengah tumpukan sampah dan barang bekas, ia menjelma menjadi sosok yang menginsiprasi masyarakat.  Bagaimana kisah Robi, seorang bapak yang setiap hari berjibaku dengan barang bekas dan para pemulung ini?

Dilansir dari Kabarselebes, Robi menjalani profesi sebagai pengumpul barang bekas selama empat tahun terakhir. Kegiatan sehari-harinya bersama Adrin, sang Istri, adalah memilah barang yang telah dibeli dari para pemulung untuk dijadikan satu. Baik itu berupa dos bekas, botol air mineral, barang elektronik bekas maupun buku-buku bekas.

Dari kegiatan mengumpulkan buku bekas itulah, akhirnya muncul ide untuk ‘menyelamatkan’ buku. Robi pun menyimpan buku-buku bekas yang diperolehnya dari pemulung di sebuah ruangan sederhana yang kini bernama rumah baca.

Robi sadar akan pendidikannya yang kurang. Karena keterbatasan ekonomi keluarga, ia hanya bersekolah hingga Sekolah Menengah Pertama saja. Namun, Robi tidak berhenti belajar. Dari buku bekas, Robi tetap membaca dan memperoleh ilmu. Sehingga akhirnya ia bisa berbagi ilmu ke masyarakat dan tetangga-tetangganya dengan membngun sendiri rumah baca di tahun 2012.

“Sebenarnya awal kenapa saya membuat rumah baca ini karena saya sadar saya hanya lulusan SLTP, jadi kenapa tidak saya tetap membaca dan mencari ilmu meskipun dengan buku buku bekas ini,” tutur Robi sambil tersenyum.

Buku bekas yang dikumpulkan oleh Robi juga beragam, mulai dari buku pelajaran, sejarah, buku agama hingga buku cerita anak. Bahkan buku mengenai mantan presiden pertama Indonesia Soekarno juga ada buku berjudul “Dibawah bendera Revolusi”, Al Qur’an tahun 1951 dan kumpulan perangko lama. Namun  Robi merasa masih ada keterbatasan stok buku-buku, terutama buku anak.

Robi juga berharap ke depan bisa membangun rumah baca miliknya lebih besar, bukan hanya buku bekas saja melainkan buku-buku baru juga, tentunya peran pemerintah untuk melirik rumah baca ini.

“Saya berharap ke depan buku bukunya tidak hanya buku bekas saja,kalaupun pemerintah bisa membantu untuk kedepannya rumah baca ini lebih berkembang dan memiliki buku buku baru,” pungkas Robi.

Rumah baca milik Robi ini berlokasi di Jalan Bali, kota Palu. Walaupun di zaman sekarang banyak masyarakat yang bergelut dengan IT dan lebih mudah mengakses segala sesuatunya di internet. Namun, animo masyarakat untuk datang membaca di rumah baca miliknya terbilang besar.

Itulah buah dari kerja keras dan sifat pantang menyerah. Dari keterbatasan, Robi tidak putus asa untuk terus menimba ilmu dari buku bekas sekalipun. Robi akhirnya berhasil berbagi ilmu dengan menyelamatkan buku-buku bekas itu.[]


Artikel Terkait :

About Susanti

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *