Inspirasi dan Data

Delapan Keistimewaan Hari Jum’at

0

Hari Jum’at, hari raya umat Islam dalam seminggu, disebut juga “Sayyidul Ayyam” yang berarti tuannya atau rajanya semua hari.

Banyak manfaat dan keutamaan yang ada dalam hari ini, disadur dari fimadani. Berikut 8 keutamaan hari Jum’at:

1. Hari Jum’at adalah sebaik-baiknya hari.

Hadits Nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliallahu anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).

2. Terdapat waktu diijabahnya do’a

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya,” (Muttafaq ’alaihi).
Tentang spesifikasi waktu tersebut, Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa ada dua pendapat yang kuat.

Pertama, waktu antara duduk imam samai ditunaikannya shalat (shalat jum’at), Sebagaimana dalam Hadits Ibnu umar, bahwasannya Rasulullah bersabda: “(waktu ijabah tersebut yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya Sholat.” (HR Muslim).

Kedua, yaitu setelah waktu Ashar,(Zaadul Ma’ad I/389-390).

3. Bersedekah pada hari Jum’at lebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya.

Ibnul Qayyim berkata, “Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”

Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan), “bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya,” (hadits mauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).

4. Hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla:

“Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (Qaf: 35)

Beliau berkata, “Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”

5. Hari ’Ied (perayaan) tiap pekan.

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda, “Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).

6. Hari yang dihapuskannya dosa-dosa.

Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun.

Sebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Allah,” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

8. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah.

Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur,” (HR Ahmad dan Turmudzi, dishahihkan oleh al-Albani). []

Sumber: Fimadani

loading...
loading...
Comments
Loading...