Demi Penumpang yang Dapat Berita Sedih, Etihad Airways Balik ke Boarding Gate

Foto: frankfurt-airport.com

Berbeda dengan berita tentang maskapai United Airlines yang mengusir penumpangnya dengan sangat tidak sopan, maskapai Etihad Airways justru menuai pujian dari publik.

Berita ini berawal dari postingan @SHEWALI TIWARI, yang menceritakan bahwa Etihad Airways memutar balik pesawat yang sudah hampir lepas landas karena sepasang lansia menerima kabar cucunya dalam kondisi kritis.

Sampai berita ini diturunkan, kabar tersebut sudah dishare sebanyak 52.3 K.

Dilansir dari laman indiatimes.com, akhir Maret lalu, pesawat maskapai Etihad Airways yang hendak lepas landas dari Manchester Airport dengan tujuan Australia itu transit di Abu Dhabi.

Sepasang suami istri lansia yang menjadi penumpang dalam penerbangan itu menerima berita menyedihkan. Cucunya dikabarkan sakit keras dalam kondisi kritis, dan sedang dalam perawatan di ICU.

Ternyata kedua lansia itu baru tahu kalau ada beberapa kali panggilan telepon dari menantunya yang tidak ia angkat. Namun begitu ia membuka pesan singkat, isinya membuat mereka sedih.

Menurut Stephenson, couple’s travel agent, pesan singkat itu mengabarkan bahwa nenek dan kakek tersebut ditunggu kehadirannya karena sang cucu sedang sakit keras.

Lansia itu kemudian menginformasikan ke crew pesawat tentang hal itu. Sang Pilot akhirnya memutuskan agar pesawat kembali ke boarding gate.

Bahkan untuk memudahkan sang lansia, maskapai tersebut pun sudah menyiapkan mobil di bandara untuk mereka.

Publik pun memuji setinggi langit terhadap kebijakan Etihad yang sangat memperhatikan sisi humanisme dari penumpang yang mendapat berita sedih.

Manajemen Etihad juga menawarkan pilihan kepada pasangan lansia itu untuk bisa terbang kembali kapan pun.

Berikut komentar sebagian netizen yang tersebar di jagat maya.

Raja Burza, founder dan Direktur India Travel Organiser, “Apa yang dilakukan Etihad menjadi pelajaran baik,”

Raza menambahkan, “tidak hanya untuk maskapai penerbangan lain, tapi juga setiap orang jika ada yang dirawat di rumah sakit.”

Mohammed Nissar, Chief Embryologist PGD Specialist The Fertility Institute, “salut dengan cara kerja Etihad dan sangat memerhatikan sisi humanity.”

Rouble Sekhon, System Administrator di Oactel Inc, “Pelayanan Etihad jauh berbeda dengan United Airlines, yang menganggap apa yang sudah dibayar penumpang sebagai sampah.” []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *