Inspirasi dan Data

Dengar Sholawat Tiap Malam, 4 Tahanan di Probolinggo Masuk Islam

0 173

Jalan hidup seseorang memang tak ada yang tahu, kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, termasuk perkara hidayah. Apapun akan terjadi atas kehendak-Nya. Seperti empat tahanan di Kabupaten probolinggo, Jawa Timur, ini yang mengalami hal yang cukup mengejutkan.

Keempat tahanan di Rumah Tahanan Kelas II B Kraksaan ini, dengan kehendak Allah, berhasil masuk Islam. Empat tahanan masuk Islam tersebut ialah Lebari (40), Cilik (43), Karman (32), dan Agus Sutrimo (42). Mereka merupakan warga Tengger tahanan kasus perjudian.

Mereka berasal dari Kecamatan Sumber dan Kecamatan Sukapura, yang berada di lereng Gunung Bromo. Pengucapan syahadat dilakukan pada Sabtu 29 Juli 2017, keempatnya dibimbing Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo.

Empat warga binaan ini mengikuti pembacaan dua kalimat Syahadat dengan khidmat. Tanpa paksaan, mereka semua mengaku ikhlas dan sukarela pindah ke agama Islam dan telah memutuskannya secara sadar melalui pertimbangan matang.

Ratusan warga binaan lain dan belasan ulama ikut menyaksikan proses pengucapan syahadat ini. Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, KH Mohammad Haris Damanhuri Ramli, mengatakan Rutan ialah tempat yang perlu perhatian lebih. Sebab, orang-orang yang menghuninya ialah masyarakat dan akan kembali kepada masyarakat.

“Ini suatu hidayah dari Allah, yang sangat luar biasa. Mereka yang meminta memeluk Agama Islam, karena telah mendapat hidayah. Empat orang warga binaan ini, dengan sendirinya ini ingin Dibai’at menjadi seorang , tanpa paksaan dari siapapun,” ujar KH Haris, usai prosesi pengucapan Syahadat itu.

Kepala Rutan Kelas II B Kraksaan, Muhammad Kafi, menambahkan, dalam membimbing dan membina warga binaan, di samping terus memberikan siraman rohani, pendekataan kultural juga dinilai sangat efektif.

“Saya sangat bangga dengan semua ini. Kami setiap hari secara rutin mengadakan istighosah, dan sholawat Nabi Muhammad SAW setiap malam,” ucap Kafi.

“Nah, dari sanalah mereka keempat orang itu, telah sadar dan mendapatkan hidayah dari Allah. Semoga semua ini ada hikmahnya kepada semua khusunya warga binaan rutan lainnya di Indonesia,” tambah Kafi, seperti dilansir www.kraksaan-online.com.

Empat orang yang sudah menjadi mualaf ini, setelah prosesi pembai’atan, sebagai simbol persaudaraan sesama Muslim Tanah Air, mereka dianugrahi sebuah kain sorban dari para ulama. []

loading...
loading...
Comments
Loading...