negeri liliput (foto: matome. naver)

Desa Yangsi, Negeri Liliput di China yang Benar-Benar Ada

INSPIRADATA. Novel Gulliver’s Travels karya Jonathan Swift tahun 1726, menjadi awal terkenalnya nama ‘Negeri Liliput’.

Dalam novel tersebut dikisahkan, Lilliput merupakan sebuah pulau. Berdampingan dengan Pulau Blefuscu, keduanya dihuni manusia-manusia kerdil yang seper duabelas ukuran manusia biasa. Itu hanya kisah fiksi karya Jonathan Swift.

Meski begitu, jauh di pedalaman China, terdapat “negeri Lilliput” bernama Desa Yangsi, Provinsi Sichuan.

Sebanyak 80 persen penduduk Desa Yangsi bertubuh kerdil dan sebanyak 40 persen penduduknya memiliki kepala yang pendek. Tinggi mereka rata-rata hanya 1 meter dan yang terpendek setinggi 65 cm. Sebab itu, Yangsi sering disebut “Desa Kerdil”.

Dicurigai ada penyakit misterius yang menyerang desa ini. Anak-anak usia 5-7 tahun kebanyakan terserang penyakit ini dan berhenti tumbuh, sehingga ketika dewasa dalam keadaan kerdil. Terlepas dari itu, banyak yang mengalami kecacatan tubuh.

Hasil gambar untuk yangsi village
foto: nairaland forum
Asal-usul Belum terjawab

Para ahli dan ilmuwan sudah berkali-kali mendatangi Desa Yangsi untuk melakukan penelitian. Mereka menguji tanah, air, udara, dan tanaman di desa itu untuk mengetahui apa yang terjadi.

Namun, tetap saja belum ada yang mengetahui apa penyebab fenomena aneh di Desa Yangsi tersebut. Jika dirunut, ini sudah 60 tahun lamanya desa itu didominasi penduduk kerdil dan belum ditemukan penyebabnya.

Para penduduk Desa Yangsi rata-rata kerdil.

Menurut catatan desa tersebut, penyakit aneh itu muncul pada 1951. Sebuah sensus pada 1985 menemukan terdapat 119 kasus kerdil di desa itu. Sampai sekarang, penyakit itu tak pernah sirna dan menyerang dari generasi ke generasi berikutnya.

Meski fenomena kerdil sudah dilaporkan sejak 1951, namun sebenarnya sudah berlangsung sejak 1911. Pada 1947, ilmuwan Inggris Dr. Karyl Robin Evans melaporkan, dia melihat ratusan orang kerdil tinggal di daerah pelosok bernama Desa Yangsi.

Pada 1997, sebuah teori menyatakan, mereka menjadi kerdil karena tanahnya terkena paparan mercury. Namun, teori itu tidak menjelaskan secara detil dan ilmiah. Keyakinan lain menyebutkan, Desa yangsi tidak baik untuk tempat tinggal sesuai perhitungan Feng Shui.

Hasil gambar untuk yangsi village
foto: boombastis
Mitos atau legenda Kutukan kura-kura?

Sementara cerita paling sering terdengar adalah kisah lelaki bernama Wang. Dia menangkap seekor kura-kura. Orang desa menginginkan membebaskan kura-kura itu pergi dan hidup bebas. Namun, karena keinginan banyak orang, kura-kura itu akhirnya disembelih dan dimakan.

Ketika muncul penyakit yang menyebabkan mereka kerdil, maka penduduk percaya itu sebagai kutukan atas pembunuhan kura-kura. Sedangkan beberapa orang lagi berpendapat, desa itu masih terkena paparan gas akibat perang ketika Jepang menginvansi China puluhan tahun lalu. []

Sumber: Grid.id


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *