Unik, Informatif , Inspiratif

Dharavi, Perkampungan Kumuh Terbesar di Asia, Magnet Turisme Baru

0

Sekalipun ekonomi melesat, namun populasi melesat melampaui kemampuan ekonomi. Lesanan popusai ini memerlukan wilayah hunia. Sayangnya wilayah itu tidak diperuntukan untuk hunian saja, tapi juga perkantoran, industri, dan jalan raya. Praktis wilayah hunian menyempit, membuat hidup seolah penuh himpitan, seringkali tak terhindarkan. Begitulah yang nampak di perkampungan kumuh.

Dharavi adalah gambaran lesatan ekonomi yang tak seimbang. Dharavi merupakan kawasan kumuh di Mumbai. Menurut beberapa sumber, Dharavi merupakan daerah kumuh terbesar di Asia.

Kawasan Dharavi membentang lebih dari 500 hektare dengan kepadatan penduduk 10 kali luas kota. Dilansir The Culture Trip, diperkirakan ada sekitar 1 juta penduduk yang tinggal dalam dalam kondisi yang tidak higienis.

BACA JUGA: Nasib Getir Kaum Muslim Assam, Rohingya Versi India

Huffing Post juga menuliskan bahwa daerah yang dahulunya berupa rawa ini hanya memiliki satu toilet umum untuk setiap 1.500 penduduknya. Sebagian besar keluarga di sini juga tidak memiliki sarana atau ruangan untuk memiliki kamar mandi pribadi.

Kamar mandi umum dan toilet adalah beberapa dari struktur yang paling tidak terawat. Pengunjung yang datang bisa menemukan tiga jenis toilet umum; gratis, berbayar, dan yang dikelola oleh masyarakat perumahan, tetapi anehnya, untuk toilet gratis tidak memiliki air. Jadi entah bagaimana mereka menjaga kebersihanannya.

Meski penduduknya memiliki tingkat pendidikan rendah, kelayakan rumah di bawah standar dan kepadatan yang tinggi, siapa sangka Dharavi menjadi salah satu lokasi terbaik untuk wirausaha.

Dengan sumber daya manusia yang ‘melimpah’ Dharavi menjadi tempat yang ideal untuk lokasi industri.

Setidaknya di sini ada 4.902 unit produksi, mulai dari tekstil, tembikar, restoran, hingga daur ulang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 1 miliar dolar Amerika.

Walau begitu, sebenarnya stereotip Dharavi menjadi salah satu kawasan kotor tidak sepenuhnya benar. Sebab, ada beberapa daerah yang memiliki persediaan air yang lebih bersih dari pada kota lain dan dalam kondisi yang bersih pula.

BACA JUGA: Samudera Hindia Diguncang Gempa 5,0 SR

Keadaan yang kumuh ini rupanya menjadi peluang bagi pengelola wisata perlananan. Dharavi kini kerap dikunjungi turis untuk berwisata. Beberapa tour and travel, menyediakan pemandu langsung dari warga lokal untuk berkeliling di kawasan yang dibangun pada 1882 ini.

Menariknya, tujuan tur sendiri digunakan untuk menghilangkan anggapan tentang Dharavi yang penuh penderitaan. Mereka ingin menunjukkan jika penduduk setempat mampu mencapai mimpinya meski dalam kondisi buruk.

Tak hanya menjadi lokasi wisata, dan industri, Dharavi juga menjadi latar belakang bagi banyak film. Slumdog Millionaire garapan Danny Boyle, adalah salah satu film terkenal yang mengambil lokasi syuting di sini. Luar biasa kan?[]

SUMBER: KUMPARAN


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline