Foto: Facebook

Di Amerika, Inilah yang Terjadi Saat Seorang Muslim Menanyakan Tempat Shalat

Bryan Conn, seorang Muslim di California, Amerika Serikat, baru saja mendapatkan pekerjaan. Di tempat kerjanya, tentu saja tidak ada ruangan untuk melakukan shalat.   Bryan tidak mempersoalkan tempatnya ukuran ruangan yang akan dipakai. Yang penting cukup untuk melakukan sholat.

Setelah beberapa hari kemudian, ini yang terjadi. “Baru-baru ini saya dapat pekerjaan baru di California. Pada hari pertama, saya bicara kepada bos dan juga staff HR bahwa saya adalah seorang Muslim,” ujarnya.

“Saya hanya ingin minta waktu beberapa menit, beberapa kali sehari untuk melakukan ibadah. Saya memberitahu mereka bahwa saya tak persoalkan melakukan ibadah di mana-mana.

“Setelah memberitahu hal itu, mereka kemudian paham. Akhirnya saya ditunjukkan sebuah kamar gelap dan kosong, tak jauh dari tempat saya bekerja. Itu pun sudah lebih dari cukup dan saya senang ada kamar kosong yang tak digunakan.

“Setelah beberapa hari sholat di kamar yang gelap itu, saya masuk kamar itu sudah rapi dan nampak baru. Ada karpet, lampu dan satu rak kecil tempat untuk menaruh sepatu.

“Dan ada satu catatan yang ditempel di pintu kamar tersebut berbunyi ‘Quiet Room’. Jadi kamar itu disediakan kepada siapapun yang ingin melakukan ibadah atau ingin istirahat menenangkan diri.

“Saya tak sangka dan tak mampu berkata apa-apa. Saya harap banyak orang yang menikmati dan menggunakan kamar baru itu,” demikian keterangan Bryan. []

Sumber: https://storiesformuslimkids.wordpress.com/2018/02/05/quiet-room/


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *