tahun baru, Di Malam Tahun Baru, Banyak Orang Begadang Tanpa Hajat
Unik, Informatif , Inspiratif

Di Malam Tahun Baru, Banyak Orang Begadang Tanpa Hajat

0

PERAYAAN tahun baru biasanya dilakukan hingga malam pergantian tahun. Ya, mereka menunggu detik-detik yang dianggap menegangkan saat tahun lalu berubah menjadi tahun yang baru. Tepatnya mereka akan menunggu hingga waktu menunjukkan pukul 00.00, sebab, inilah yang menandakan tahun telah berubah.

Dengan begitu, banyak orang rela begadang, tidak tidur semalaman hanya untuk menyaksikan langsung waktu berubah dan tahun berganti. Sungguh, sebenarnya itu hanyalah perbuatan yang sia-sia. Sebab, orang yang melakukan itu tidak ada hajat apa pun yang menguntungkannya, terutama dalam urusannya dengan Allah SWT,

“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar,” (QS. Yunus: 67).

BACA JUGA: Jangan Bawa Kembang Api Tahun Baru ke Kereta!

Dalam ayat tersebut jelas menyatakan bahwa malam itu bukanlah waktu yang tepat untuk beraktivitas. Melainkan siang-lah yang Allah telah sediakan bagi manusia melakukan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan di malam hari, Allah memberikan kesempatan untuk beristirahat dari rasa lelah akibat bekerja seharian.

Tapi, hanya karena menyaksikan pergantian tahun, kita merelakan waktu istirahat untuk beraktivitas, sungguh perbuatan yang tidak ada manfaatnya. Sebab, mau kita menunggu atau pun tidak, waktu memanglah akan tetap dan terus berjalan. Bahkan, jika kita menunggu waktu itu berubah, maka kita sendiri yang akan rugi.

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi SAW. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, “Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya,” (HR. Bukhari no. 568).

BACA JUGA: Arti Nama Jalan di Jakarta

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi SAW tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat subuh berjamaah. ‘Umar bin Khattob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah). Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh). []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.