pernyataan netanyahu, Di Protes Muslim Dunia, Netanyahu Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Selama 3.000 Tahun
Unik, Informatif , Inspiratif

Di Protes Muslim Dunia, Netanyahu Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Selama 3.000 Tahun

0

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali membuat pernyataan yang tidak bisa diterima oleh kaum Muslim di dunia. Dia mengatakan bahwa warga Palestina harus menerima kenyataan Yerusalem adalah ibu kota Israel. Hal ini, tambah Netanyahu, demi menuju perdamaian.

Netanyahu mengklaim bahwa Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 3.000 tahun dan tidak pernah menjadi ibu kota negara lain.

Pernyataan Netanyahu dilontarkan di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang sedang berlangsung di dunia Muslim dan Arab terkait keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain di beberapa tempat, kekerasan juga meletus di  Yerusalem. Akibatnya seorang warga Palestina ditangkap setelah menikam dan melukai seorang tentara Israel di stasiun bus pusat.

Di Paris, setelah berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Netanyahu mengatakan upaya menolak koneksi orang-orang Yahudi ke Yerusalem merupakan hal yang tidak masuk akal.

“Anda bisa membacanya dalam sebuah buku yang sangat bagus, ini disebut Alkitab. Anda dapat membacanya setelah Alkitab Anda dapat mendengarnya dalam sejarah komunitas Yahudi di seluruh diaspora kita, di mana lagi ibu kota Israel selain di Yerusalem?” katanya seperti yang dilansir di BBC News, Senin (11/12/17).

“Semakin cepat orang-orang Palestina mengatasi kenyataan ini, semakin cepat kita akan bergerak menuju perdamaian,” tambahnya, dikutip dari Republika.

Di Mesir, ulama Muslim dan Kristen tertinggi di negara itu juga telah membatalkan pembicaraan yang dijadwalkan dengan Pence sebagai bentuk protes atas tindakan AS tersebut.

Israel selalu menganggap Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel dalam perang 1967 sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Di Beirut, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menghentikan ratusan pemrotes agar tidak mencapai kedutaan AS, Ahad (10/12/17). Protes lebih lanjut juga terjadi di Kairo dan Rabat, Ibu Kota Maroko.

Di Palestina, demonstrasi berlanjut. Israel mengatakan telah meledakkan terowongan dari Gaza yang dikatakan sedang digali untuk memungkinkan serangan militan. Ribuan orang juga berdemonstrasi di luar kedutaan AS di Jakarta, Indonesia dengan membawa beberapa spanduk bertuliskan “Palestina ada di hati kami.” []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.