Dia Adalah Muadzin Selain Bilal bin Rabah

 

 Selain Bilal sebagai muadzin, ternyata ada muadzin lain di zaman Rasulullah ialah Abdullah bin Ummi Maktum. Ia diberi tugas oleh Rasulullah SAW untuk mengumandangkan adzan Subuh. Betapa Rasulullah SAW sangat memuliakan sahabat yang satu ini.

Rasulullah SAW pernah bersabda.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: ” أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ “

“Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh).” (HR. Mutafaqun Alaih)

Syahidnya Abdullah bin Ummi Maktum

Dengan kondisi matanya yang buta, Abdullah bin Ummi Maktum tatkala mendengar seruan jihad, dia berkata,

“Pakaikan untukku persenjataan,”

Orang-orang pun berkata kepadanya,

“Allah telah memberimu udzur, engkau seorang yang buta.”

Ummi Maktum berkata,

“Demi Allah, aku tidak akan tinggal diam, dan Allah telah berfirman,

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.,” (At-Taubah: 41)

Kemudian, Abdullah berangkat dan memegang bendera pada perang Al-Qadisiyyah. Akhirnya, tibalah pada hari ketiga saat kaum muslimin berhasil mengalahkan tentara Persia. Pasukan pimpinan sahabat Sa’ad bin Abi Waqash ini mampu memporak-porandakan kedigdayaan negara Majusi ini.

Namun, kemenangan besar ini juga harus dibayar dengan gugurnya para sahabat. di antara mereka adalah Abdullah bin Ummi Maktum RA. Jasadnya ditemukan terkapar di medan perang sambil memeluk bendera yang diamanatkan kepadanya untuk dijaga. []
Sumber: www.kiblat.net


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *