ahli maksiat yang ahli ibadah
Foto Ilustrasi: Shutterstock

Dialog Menyentuh Ibnu Umar dan Budak Sahaya

Allah bersama kita sebagai hambanya. Seorang hamba sahaya yang beriman, Tuan yang sebenarnya adalah Allah.

Bukan pangkat hamba dan kemerdekaan yang dipandang-Nya, tetapi ketakwaan yang senantiasa dipelihara.

Dikisahkan, Suatu hari dalam perjalanan menuju Mekkah, ketika Abdullah bin Umar sedang beristirahat, datanglah seorang budak penggembala domba dengan piaraannya.

“Wahai penggembala, saya mau membeli satu domba darimu!” teriak Ibnu Umar.

“Saya hanya hamba sahaya yang tak berhak untuk menjual domba-domba ini,” jawab penggembala.

“Katakan saja pada tuanmu, bahwa dombanya dimakan binatang buas,” sambung Ibnu Umar.

“Bukankah ada Allah yang mengetahui segalanya,” tegas penggembala.

Mendengar jawaban penggembala tersebut, Ibnu Umar menitikkan air mata.

Keesokan harinya, Abdullah bin Umar menemui tuan si penggembala dengan maksud akan memerdekakan budak penggembala. Bukan hanya itu, Ibnu Umar juga membeli semua domba-domba dan dijadikan hadiah kepada si penggembala. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *