Isra' Mi'raj, Dianggap Tidak Logis, Ini 3 Penjelasan Telak Ustadz Abdul Somad atas Peristiwa Isra’ Mi’raj
Unik, Informatif , Inspiratif

Dianggap Tidak Logis, Ini 3 Penjelasan Telak Ustadz Abdul Somad atas Peristiwa Isra’ Mi’raj

0

Salah satu peristiwa besar dan penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan Rajab adalah Isra’ Mi’raj. Setiap tahunnya hampir seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya, selalu memperingati peristiwa bersejarah ini dengan berbagai cara.

Pasalnya, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

Bagi orang-orang beriman, perisitiwa Isra’ Mi’raj merupakan momentum untuk lebih meningkatkan keimanan atas kuasa dan kebesaran Allah terhadap makhluk ciptaan-Nya.

Namun, bagi orang-orang kafir atau munafik momen ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menyerang Islam dari pangkalnya, yaitu dengan menanamkan keragu-raguan di tengah kaum muslim atas keyakinan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

Bereknaan dengan itu, Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan tiga argumen telak untuk membungkam mereka yang masih tidak memercayai Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam denga alasan tidak logis sehingga sukar dipercaya.

Celakanya, semua yang tak percaya Isra’ Mi’raj hidupnya menderita di dunia dan akhirat.

1. Kisah Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam

Argumen pertama yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Somad adalah kisah Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam dan Ratu Bilqis di Negeri Saba’.

Disebutkan di dalam Al-Qur’an, Ratu Bilqis akan mendatangi kerajaan Nabi Sulaiman.

Guna menunjukkan kekuasaannya atas izin Allah, Nabi Sulaiman ingin memberikan kejutan dengan menghadirkan singgasana Ratu Bilqis di Kerajaan Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman mengadakan sayembara. Jin Ifrit mengajukan diri. Ia menyatakan bisa memindah singgasana Bilqis sebelum Nabi Sulaiman duduk dari berdirinya.

Lantaran tak puas, nabi Sulaiman kembali bertanya kepada kaumnya.

Hingga ada satu orang shalih yang mampu menghadirkan singgasana Bilqis dalam sekejap mata. Laki-laki itu bernama Asif bin Balkhiyah.

Asif yang manusia biasa bisa memindahkan singgasana Bilqis dari Yaman menuju Palestina dalam sekejap mata.

Peristiwa itu terjadi jauh sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Isra’ Mi’raj atas izin Allah Ta’ala.

2. Nyamuk Jakarta ke Pekanbaru

Saat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru, Ustadz Abdul Somad duduk di bangku pesawat yang dekat dengan jendela.

Di jendela pesawat, Ustadz Abdul Somad melihat seekor nyamuk.

Nyamuk itu diam di jendela bagian dalam hingga sampai di Pekanbaru.

Ustadz Somad menjelaskan, jika nyamuk Jakarta bertemu dengan nyamuk Pekanbaru akan terjadi dialog antara keduanya.

“Kamu dari mana?”

“Dari Jakarta”

“Berangkat jam berapa?”

“Jam 6.00”

“Sampai sini jam berapa?”

“Jam 7.30.”

Jika menggunakan sudut pandang nyamuk, perjalanan nyamuk Jakarta ke Pekanbaru sangatlah mustahil.

Namun, hal itu masuk akal bagi umat manusia karena mengetahui proses kejadian yang sangatlah logis.

Ustadz Somad menjelaskan, Nabi melakukan Isra’ Mi’raj bukan berjalan sendiri, tetapi diperjalankan oleh Allah dengan kendaraan bernama Buraq.

Mudah bagi Allah untuk mentakdirkan apa pun sesuai Kehendak dan Ilmu-Nya.

3. Kecepatan Cahaya

Penjelasan ketiga yang digunakan oleh Ustadz Somad untuk membantah kaum yang tak percaya dengan Isra’ Mi’raj karena dinilai tidak logis adalah konsep kecepatan cahaya.

Sebagaimana diketahui, cahaya memiliki kecepatan sekitar 3.000.000.000 meter per detik.

Nabi Muhamamad menaiki Buraq yang bermakna kilat (cahaya), ditemani oleh Malaikat Jibril yang terbuat dari cahaya.

Demikian juga, Nabi Muhammad berkali-kali berdoa agar memiliki cahaya di bagian kanan-kiri-depan-belakang-atas-bawah.

Bahkan, di akhir doa tersebut Nabi berdoa, “Dan jadikanlah aku cahaya.”

Doa itu dikabulkan oleh Allah, kata Ustadz Somad, sehingga tiga cahaya melakukan perjalanan pada malam hari sehingga bisa menempuh Makkah ke Palestina dan naik ke Sidratul Muntaha hanya dalam waktu sepertiga malam, dimana Makkah ke Palestina saja saat itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan menggunakan unta.

Rahasia Kalimat Tasbih dalam Ayat Isra’ Mi’raj

Ketika menerangkan Isra’ Mi’raj, Allah menggunakan kalimat tasbih ‘Subhanalladzi’ (Mahasuci Dia).

Menurut Ustadz Somad, hal ini untuk menunjukkan kelemahan manusia.

Manusia lemah dalam memahami kronologis Isra’ Mi’raj sehingga ia harus mengucapkan kalimat tasbih untuk memuji Allah Yang Mahasuci dan Mahakuasa.

“Isra’ Mi’raj menunjukkan bahwa manusia lemah. Makanya kalimat pertama dalam ayat Isra’ Mi’raj berbunyi Subhana.” kata Ustadz Somad.

Hukum Ingkari Isra’ Mi’raj

Banyaknya oknum yang tidak percaya kepada Isra’ Mi’raj karena menganggap tidak logis merupakan perbuatan berbahaya yang bisa mengeluarkan seseorang dari keimanan.

Isra’ Mi’raj merupakan bagian dari keimanan yang jika diingkari akan menjadikan seseorang kafir.

“Siapa tidak percaya Isra’ dan Mi’raj, maka dia kafir.” tegas Ustadz Somad.

Umat Islam harus menerima hukum Al-Qur’an seluruhnya. Jangan menerima sebagian dan menolak sebagian lainnya hanya karena alasan tidak logis atau menuruti hawa nafsu lainnya.

Para Penolak Isra’ Mi’raj

Mereka yang menolak Isra’ Mi’raj dari umat-umat terdahulu berakhir dalam kenestapaan dan kenistaan di dalam hidupnya. Mereka dihinakan di dunia dan akhirat.

Seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan lainnya yang menganggap Nabi sebagai pembohong, tukang sihir, pendongeng kisah nenek moyang, gila karena mengaku melakukan Isra’ Mi’raj.

Wallahu alam bishawab. []

 

Sumber: Dakwah Media


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.