shalat subuh berjamaah

Didin Hafidhuddin: Yang Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Itu Orang Tak Biasa

INSPIRADATA. Bersebab keutamaannya, shalat subuh berjamaah itu sangat dianjurkan. KH Didin Hafidhuddin menyatakan bahwa Rasulullah sudah membuktikan shalat subuh berjamaah jadi pembangun semangat.

Shalat subuh berjamaah adalah pondasi kekuatan dan kebersamaan. Apalagi, shalat subuh itu langsung disebut Alquran—sebagai shalat yang disaksikan malaikat.

Didin mengajak umat Islam agar mengusahakan shalat subuh di masjid, setidaknya seperti shalat Jumat.

”Saya sangat mendukung. Orang yang shalat subuh berjamaah di masjid itu orang yang tidak biasa. Bagi orang biasa, shalat subuh berjamaah ini dianggap kurang penting,” ungkap Ustadz Didin, sebagaimana dikutip dari Republika.

Untuk bisa punya semangat semacam itu, lanjutnya, seseorang harus ‘dipaksa’ shalat subuh berjamaah. Sebab akan membawa dampak besar bagi umat. Sudah saatnya kembali ke sunnah, meski tentu ada pengorbanan yang harus dilakukan.

”Harus dipaksakan. Harus dimulai. Kan bisa sesama temah saling mengingatkan. Kalau digerakkan bersama, saya yakin ini akan membawa dampak signifikan bagi bangsa ini,” ungkap Guru Besar IPB ini, Rabu (7/12).

Perubahan negeri itu berawal dari perubahan manusianya, lanjut Didin, tidak mungkin dari materi. Bagi umat, itu dibangun dari menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul SAW. Apalagi yang terlihat sekarang justru kemerosotan moral dan kesenjangan.

Di Turki misalnya, kata Kiai Didin, masyarakat membangkitkan shalat Subuh berjamaah dan terlihatlah kebangkitan itu.

”Gerakan Shalat Subuh Berjamaah itu saya dukung. 12 Desember juga pas di hari lahir Nabi SAW. Gerakan ini tidak ada teori politik, tapi praktiknya Rasulullah dan para sahabat,” ungkap Ustaz Didin.

Rasulullah juga menyampaikan, yang paling berat bagi orang munafik itu shalat Subuh dan Isya. Kalau orang tahu nilai shalat subuh berjamaah bahkan harus mendatangi masjid dengan merangkak, pasti akan dilakukan. []


Artikel Terkait :

About El Tirta

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *