Foto: Detik

Diduga Palsukan Alat Bukti, Penggugat Mertua Dilaporkan ke Polisi

Foto: Detik

Handoyo Adianto, menantu yang menggugat mertuanya senilai Rp 1,8 miliar karena utang piutang, akhirnya dilaporkan ke Polres Garut. Pelapor atas nama Asep Ruhendi merupakan salah satu anak Siti Rokayah (Mak Amih) yang juga jadi tergugat dalam kasus utang piutang yang dimasalahkan oleh Handoyo dan istrinya, Yani Suryani.

Dalam laporan tertanggal 20 April 2017 dengan nomor LP/B/137/IV/2017/JBR/RES GRT tersebut, Handoyo diduga telah memalsukan surat yang kemudian dijadikan sebagai bahan bukti di persidangan dalam kasus gugatannya terhadap Mak Amih dan Asep Ruhendi. Penasihat hukum keluarga Mak Amih, Sepranadja mengatakan, pihaknya sudah melaporkan penggugat mertua tersebut ke Polres Garut pada tanggal 20 April lalu.

“Ya benar sudah kami laporkan terkait pemalsuan surat yang dijadikannya sebagai bahan bukti di pengadilan dalam gugatannya,” katanya, lansir Republika, Rabu (27/4/17) sore.

Keterangan penasihat hukum tersebut dipertegas lagi oleh juru bicara keluarga Mak Amih, Eef Rusdiana. Ia mengatakan, gugatan Handoyo penuh dengan rekayasa alat bukti. Rekayasa terlihat di dalam persidangan ke sepuluh dimana saksi ahli yang dihadirkan Handoyo sebagai penggugat membantah alat bukti yang ditandatanganinya.

Alhasil, alat bukti tersebut digugurkan oleh majelis hakim. Hal ini pula yang akhirnya membuat pihak keluarga melaporkan Handoyo ke Polres Garut.

Selain itu, Eef meyakini terdapat kejanggalan lain alat bukti yang diajukan oleh Handoyo, yaitu keterangan dari saksi ahli atas nama Afifudin. Saksi itu menerangkan uang senilai Rp 41,5 juta dijadikan modal usaha agribisnis selama 16 tahun bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 1,8 miliar.

“Setelah ditelusuri ke tempat tinggalnya, ternyata Afifudin karyawan aktif Handoyo di perusahaan Handoyo, ayahnya Afifudin dan kakaknya meragukan hal yang dibuat Afifudin,” ungkapnya.

Apalagi, ia menilai Afifudin yang usianya baru 22 tahun belum mempunyai pengalaman di dunia bisnis agribisnis. Sehingga, pihaknya bersama pengacara akan kembali melaporkan Handoyo ke Polres Garut terkait keterangan saksi yang dibuat Afifudin

“Dia hanya lulusan SD pengalamannya hanya kerja biasa belum pernah bertindak sebagai pelaku usaha agribisnis,” ucapnya.

Di sisi lain, Kabag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon mengonfirmasi pihaknya sudah menerima laporan atas nama pelapor Asep Ruhendi dengan terlapor Handoyo Adianto. Tetapi pihaknya belum merencanakan pemanggilan terhadap pihak terkait. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *