Foto: Senayanpost

Diduga Terlibat Kasus e-KTP, Irvanto H Pambudi: Kalau Diberi Kesempatan Kita Pasti Ikut

Foto: Senayanpost

INSPIRADATA. Irvanto Hendra Pambudi selaku mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera mengungkapkan dirinya berharap bisa mendapatkan proyek pengadaan e-KTP saat datang ke ruko di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan. Pengakuan tersebut Ia sampaikan ketika dicecar pertanyaan oleh jaksa terkait motifnya datang ke ruko tersebut, dalam sidang kasus e-KTP di PN Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/4/2017). Demikian disitat dari Republika, Jumat (28/4/2017).

Sebelum mengungkapkan itu, Irvan berdalih bahwa kedatangannya ke ruko hanya sekedar mampir dan menemui rekan bisnis. Bahkan tanpa diundang, dia hanya mendapatkan informasi dari rekannya yang bekerja di PT Pura.

Irvan juga mengaku bahwa kedatangannya hanya sekali. Irvan pun turut membicarakan proyek nasional tersebut, namun tidak ada pembahasan secara detail. “Hanya ada judulnya saja, tapi tidak ada pendalaman lebih lanjut,” ungkap dia.

Menurut dia, keberadannya pun tidak lebih dari satu jam dan dia pun ketika itu hanya berada di luar ruangan, tepatnya di depan meja resepsionis. “Posisi saya juga tidak sampai di dalam. Saya di luar. Di depan resepsionis,” ujar dia.

Lantas Abdul Basyir selaku jaksa dari KPK melontarkan pertanyaan kepada Irvan, “Kalau cuma mau ngomong nanti ada KTP nasional itu enggak perlu 1 jam, dua detik selesai,” kata Basyir membalas kesaksian Irvan. Basyir terus mencecar Irvan dengan berbagai pertanyaan, mengingat banyak sekali pengusaha yang datang ke ruko tersebut.

“Saya di situ enggak ada harapan pekerjaan. Di situ karena ada orang dari PT Pura yang menginformasikan kepada saya, dan hari-hari saya juga bersentuhan dengan PT Pura, jadi untuk berinteraksi sesama rekan-rekan percetakan saja,” kata Irvan menimpal perkataan jaksa.

Basyir pun sempat menanyakan apa motivasi Irvan datang ke ruko tersebut. Lalu Irvan mengakui bahwa dirinya berharap bisa ikut serta dalam proyek pengadaan e-KTP ini. “Pengharapannya kalau misalnya kita dikasih kesempatan bisa mengikuti ya kita pasti ikutlah,” kata Irvan menjawab pertanyaan Jaksa Basyir itu.

Seperti dalam surat dakwaan, Irvan Hendra Pambudi adalah direktur PT Murakabi Sejahtera. Irvan disebutkan turut menghadiri pertemuan di ruko Fatmawati milik Andi Naronggong untuk merencanakan langkah pemenangan proyek e-KTP.

Pertemuan antar pengusaha di ruko tersebut merupakan pertemuan lanjutan setelah sebelumnya pada tahun 2010 bertemu mantan dirjen Dukcapil Irman, mantan direktur Adminduk Kemendagri Sugiharto, Andi Narogong, Direktur PT Java Trade Utama Johanes Richard Tanjaya, dan staf pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi.

Nama Irvan sendiri pertama kali disebut dalam sidang KTP-el pada 6 April 2017, lalu. Saat itu, jaksa bertanya kepada saksi saat itu, Ketua DPR Setya Novanto, soal kenal atau tidaknya dia dengan Irvan. Novanto menjawab kenal dan mengatakan Irvan adalah keponakannya. Namun, saat ditanya terkait tahu-tidaknya Irvan ikut proyek KTP-el, Novanto mengaku tidak mengetahuinya. []


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *