Foto: Rte.ie

“Dihina” karena Berfoto dengan Erdogan, Oezil Putuskan Pensiun dari Timnas

Mesut Oezil memutuskan untuk pensiun dari tim nasional Jerman, Ahad (22/7/2018) setelah merasa tidak tahan menjadi korban diskriminasi hanya karena berfoto dengan Presiden Turki, Tayyip Erdogan beberapa bulan lalu.

BACA JUGA: Kandas di Piala Dunia 2018, Oezil Ribut dengan Suporter Jerman

Foto yang diambil jelang Jerman tampil di Piala Dunia 2018 tersebut menjadi polemik. Oezil dianggap telah bermain politik, padahal hubungan Turki dan Jerman ketika itu sedang tidak baik.

Beberapa politikus ternama angkat suara dan mengkritik Oezil. Begitu juga dengan media massa di Jerman yang justru lebih fokus dengan isu politik ketimbang teknis Timnas Jerman.

Gerah dengan semuanya, Oezil angkat bicara. Dia heran, mengapa darah Turki dari keluarganya digugat, dan kecintaan kepada Jerman justru dienyahkan begitu saja oleh mereka para pengkritik.

“Teman saya Lukas Podolski dan Miroslav Klose tidak pernah disebut sebagai Jerman-Polandia, jadi mengapa saya jadi Jerman-Turki? Karena itu adalah Turki? Karena saya seorang muslim?” tulis Oezil di Twitter.

“Koran di Jerman menggunakan foto saya bersama Presiden Erdogan sebagai latar belakang untuk melakukan propaganda politik kaum kanan,” imbuhnya.

Sejak para politikus dan media massa di Jerman memainkan isu tidak sedap ini, Oezil mengaku melewati masa sulit. Beberapa kerja sama dengan donatur untuk amal kepada yayasan anak tidak mampu terpaksa dibatalkan.

BACA JUGA: Reaksi Oezil saat Tahu Namanya Digunakan Anak di India

Baginya, apa yang terjadi sudah tidak baik untuk masyarakat. Hal itu jelas terlihat ketika di Piala Dunia 2018, suporter Jerman sendiri mencaci maki dirinya dengan merujuk darah Turki miliknya. []

SUMBER: VIVA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Akankan Mou Sukses di Spurs?

Tujuannya jelas: mengarahkan klub kembali ke empat besar dalam jangka pendek dan, selama 18 bulan ke depan, mendapatkan beberapa trofi. Bisakah Mou?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *