Foto: SDM-PDSPK

Disdik Garut Siapkan Kurikulum Sekolah Siaga Bencana

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menyiapkan kurikulum Sekolah Siaga Bencana. Hal ini dilakukan untuk memberikan tingkat kesadaran dan pemahaman terhadap ancaman bahaya bencana kepada siswa sekolah mulai tingkat TK, SD dan SMP.

Kepala Disdik Kabupaten Garut, Totong mengatakan, Garut merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Sehingga, kurikulum Sekolah Siaga Bencana merupakan hal yang perlu untuk dipersiapkan.

BACA JUGA: Bencana Tsunami Banten Tidak Pengaruhi Wisatawan ke Pantai di Pacitan

“Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki berbagai ancaman bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, angin puting beliung, bahkan di pesisir pantai memiliki ancaman bencana tsunami. Program kurikulum Sekolah Siaga Bencana penting diterapkan di setiap sekolah agar siswa mengetahui tentang kebencanaan, termasuk ada materi tentang mengantisipasi bencana agar tingkat risiko bencana dapat diminimalisir,” kata Totong, Rabu (9/1/2019) lalu.

Nantinya, lanjut dia, kurikulum tersebut diharapkan dapat membangun kesiapsiagaan murid dalam menghadapi kebencanaan.

Ia menyampaikan, kurikulum kebencanaan itu akan diterapkan pada sistem pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah, seperti Pramuka, PMI, Paskibra atau kegiatan sekolah lainnya sehingga tidak membutuhkan waktu tambahan belajar di sekolah.

BACA JUGA: MUI Garut: Jumlah ‘Umat’ Sensen Komara Capai Ribuan

Pematerinya, kata dia, akan mendatangkan langsung dari orang yang berkompeten di bidang kebencanaan, seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Garut.

“Nanti akan koordinasi dengan BPBD, atau Tagana yang mengetahui tentang materi kebencanaan, nanti salah satu materinya itu bagaimana awal antisipasi ketika ada bencana, apa yang harus dilakukan oleh sekolah,” katanya. []

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

tukang becak

Dipenjara, Tukang Becak Ini Dapat Donasi Rp 700 Juta Lebih

Akibat kecelakan itu, nyawa penumpang tidak tertolong dan akhirnya meninggal 15 menit setelah tiba di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *