Unik, Informatif , Inspiratif

Ditanya Asal-usul Nama Kerajaan Ubur-Ubur, Ini Pengakuan Sang Raja yang Tak Disangka

0

Hingga Rabu (15/18/18), Kepolisian Resor Serang, Banten, masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Raja Kerajaan Ubur-Ubur Aisyah Tusalamaja Baiduri Intan, 38 tahun. Pemeriksaan dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang mengaku resah dengan keberadaan serta aktivitas para jamaah Kerajaan Ubur-Ubur.

“AS kami periksa hingga Rabu, subuh. Kondisinya sehat tapi drop karena kelelahan,” kata Kepala Polres Kota Serang Ajun Komisaris Besar Komarudin, hari ini di Serang.

Untuk kasus yang satu ini, ungkap Komarudin, pihaknya masih mendalami organisasi Kerajaan Ubur-Ubur yang baru enam bulan berdiri itu.

BACA JUGA: Dicap Sesat oleh MUI Serang, Ini Keyakinan Kerajaan Ubur-Ubur terhadap Alquran dan Nabi Muhammad

“Belum ada status untuk AS, kami masih menunggu MUI apakah ini penodaan agama atau salah tafsir membaca Alquran,” kata Komarudin.

Komarudin mengatakan akan memutuskan terbaik dalam kasus ini.

“Kami tidak pernah bekerja sendiri. Selalu melibatkan potensi masyarakat tokoh ulama dan pemuda turun ikut berperan menjaga situasi kondusif,” tutur Komarudin.

Dalam pemeriksaannya, Aisyah mengaku, tidak ada filosofi khusus mengenai nama kerajaan tersebut.

“Spontan saja, tapi kata AS prinsipnya kalau ubur-ubur bersatu maka kapal saja tenggelam,” demikian Komarudin tersenyum.

Berkaitan dengan kasus Kerajaan Ubur-Ubur ini Komarudin mengatakan Aisyah diperiksa bersama 11 orang lainnya, satu orang adalah suami AS bernama Rudi Chairul Anwar.

Sepuluh lainnya adalah dari kalangan laki-laki dan perempuan rata-rata berusia 20 hingga 40 tahun yang diakui sebagai anak batin Raja Ubur-Ubur Aisyah yang disapa pengikutnya dengan sebutan bunda.

Aisyah dan pengikutnya termasuk suaminya telah diamankan oleh polisi sejak Selasa, 14 Agustus 2018 malam.

Sementara itu, tiga anak Aisyah dan Rudi dititipkan kepada saudara mereka.

Menurut Ketua RT 02 RW 07 Surya Miharja, pasangan itu telah mendiami rumah di Lingkungan Sayabulu Kelurahan Serang Kota Serang sejak dua tahunan lalu.

“Suaminya adalah orang baik suka mengobati dan banyak orang yang datang berobat dari luar kota,” kata Surya yang rumahnya berjarak dua rumah dari lokasi rumah AS yang dijadikan Kerajaan Ubur-Ubur itu.

Selain mengobati, Rudi juga berjualan burung kicau.

“Pak Rudi seorang tunanetra, katanya sudah sering mengingatkan istrinya tapi AS tidak mengindahkan,” kata Surya.

Surya mengatakan warga mulai resah karena aktivitas janggal terlihat siang malam hingga dini hari di rumah itu yang belakangan heboh Kerajaan Ubur-Ubur.

“Ada pengajian, zikir tapi tidak sholat ada wewangian dupa dan tertawa-tawa,” demikian Surya dikutip Tempo.

BACA JUGA: Inilah Filosofi ‘Aneh’ Penamaan Kerajaan Ubur-ubur

Berbekal keresahan warga itulah maka lingkungan RT berkirim surat ke MUI Serang dan diteruskan kepada polisi. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.