Foto: Detik.com

Ditemukan Dalam Karung di Semak-semak, Akhirnya Bayi Ini Terselamatkan

Foto: Detik.com

INSPIRADATA. Khodijah (45), seorang penggembala kambing di Kampung Simpangsari, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat tak sengaja menemukan sesosok bayi dalam karung tergeletak di semak belukar.

Penemuan bayi malang tersebut sontak membuat warga kampung Simpangsari geger.

“Saya dengar suara ngik-ngik dari dalam karung, saya hampiri. Saya kira awalnya kucing, pas udah dekat saya coba buka ujung karung keluar tangan dan jari mungil,” tutur Khodijah seperti Inspiradata kutip dari detikcom, Selasa (4/4/2017).

Karena tidak ada warga yang berani mengeluarkan bayi itu dari dalam karung, akhirnya warga berinisiatif melaporkan penemuan bayi tersebut kepada Polsek Cidaun, Resor Cianjur.

Tak berselang lama pihak kepolisian pun datang dan mengevakuasi bayi tersebut dan membawanya ke Puskesmas setempat.

“Sempat dibersihkan sama polisi pakai air terus dibawa ke Puskesmas, tubuhnya banyak bekas luka,” imbuh Khodijah.

Kapolsek Cidaun AKP Faizal menduga bayi malang tersebut dibuang orangtuanya tak lama setelah dilahirkan.

“Diduga dibuang oleh orang tuanya, sementara ini kami konsentrasi ke penyelamatan nyawa bayi laki-laki ini, yang pasti kondisinya saat ini amat bagus,” tutur Faizal.

Faizal menerangkan, saat ditemukan, kondisi bayi didapati banyak luka di bagian perut dan dikerubuti belatung di sejumlah bagian tubuhnya begitu juga di bekas ari-arinya.

“Saat ditemukan (kondisinya) sangat lemah namun saat ini alhamdulillah kondisinya sangat pulih. kami agak kesulitan melakukan pengungkapan karena lokasi ditemukan berada di akses jalan bisa ke Bandung bisa juga ke Garut. Jadi kita memang agak sulit menyimpulkan siapa pelaku yang tega berbuat keji seperti ini,” tutup Faizal. []

 


Artikel Terkait :

About Eki Baehaki

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *