Mantan presiden zimbabwe (foto: Okezone)

Dituduh Subversi Presiden Zimbabwe, Wanita AS Diancam Penjara

Seorang wanita Amerika Serikat (AS) dituduh melakukan subversi (rencana menjatuhkan kekuasaan) setelah diduga menghina presiden Zimbabwe, sampai ditahan polisi.

Martha O’Donovan, wanita 25 tahun, lulusan New York University, dituduh memanggil Presiden Robert Mugabe, 93 tahun sebagai orang sakit di sebuah posting Twitter dengan menyertakan ilustrasi foto Mugabe. Namun ia membantah tuduhan tersebut dan menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan berbahaya.

Pengacara Martha, Rose Hanzi, seperti dilaporkan Foxnews, Senin (06/11/2017), mengatakan kepada pengadilan bahwa tuduhan subversi itu ilegal. Alasannya karena polisi tidak memberi tahu wanita itu saat dia dibawa dari rumahnya di Ibu Kota Harare pada Jumat pagi, waktu setempat.

Pengadilan tidak setuju dengan alasan tersebut dan memutuskan bahwa O’Donovan akan tetap ditahan selama akhir pekan. Hanzi mengatakan pada Seninnya bahwa mereka akan ke Pengadilan Tinggi dengan membawa sebuah jaminan.

Martha tidak membuat pernyataan di pengadilan dan tidak menunjukkan emosi saat permintaan tersebut dicabut. Dia melambaikan tangan ke kerumunan kecil pendukung saat dikawal memasuki mobil tahanan.

Penangkapan Martha menjadi yang pertama sejak Mugabe menunjuk menteri keamanan siber pada bulan lalu. Zimbabwe diguncang demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam satu dekade pada tahun lalu.

Frustrasi berkembang di negara Afrika sebelah selatan itu karena ekonomi yang ambruk dan presiden yang berkuasa selama lebih dari 35 tahun telah bersiap untuk pemilihan tahun depan.

The Guardian  melaporkan, istri Mugabe, Grace, dikabarkan akan mengambil alih kepresidenan jika presiden yang saat ini berkuasa telah dikabarkan mengalami penurunan kesehatan, mengundurkan diri atau meninggal dunia. Ibu negara tersebut tidak disukai oleh sebagian warga negaranya, karena pengeluarannya yang melimpah dan tidak suka dikritik.

Kelompok yang mewakili Martha, pengacara hak asasi manusia Zimbabwe mengatakan telah mewakili hampir 200 orang yang dituduh telah menghina Mugabe, kepala negara tertua di dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Direktur Regional Amnesty International, Muleya Mwananyanda, mengatakan penangkapan ini menandai dimulainya babak baru yang menyeramkan mengenai kebebasan berbicara di media sosial. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *