Foto: Detik.com

Dituntut Anak Kandungnya Rp 1,8 Miliar, Amih Minta Diselesaikan Kekeluargaan

Foto: Detik.com

Siti Rohaya (83) alias Amih yang terjerat gugatan karena utang pada anaknya, menginginkan ke-13 anak yang telah dilahirkannya rukun. Ia ingin hubungan keluarganya kembali menjadi harmonis. Karena itu, Amih berniat menjual rumahnya agar hutang pada anaknya terbayar lunas.

“Kasihan Amih ini udah tua. Amih mah berharap supaya kasus ini cepet beres, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, udah cape Amih harus terus ke pengadilan,” ketika diwawancara di kediaman anak bungsunya di Kelurahan Muara Sanding, Garut Kota, Garut, pada hari Jum’at (24/03/2017).

Amih menuturkan, sejak kasus utang piutang ini, anak kesembilannya, Yani Suryani, yang menggugatnya dan Suami Yani, tidak pernah menemuinya. Diduga hubungan Amih dan Yani tidak harmonis.

“Mereka (Yani dan suaminya Handoyo) dari awal kasus ini jarang ngontek Amih. Pas libur Idul Fitri juga cuman Yani yang dateng ke rumah, itupun cuman sebentar. Handoyo enggak pernah dateng dia lebih milih nyewa hotel di sini,” ungkap Amih sebagaimana dikutip Detikcom, Jumat (24/3/2017).

Kasus Amih yang dituntut anak kandungnya Rp 1,8 miliar ini berharap agar semuanya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Kini Amih mengaku pasrah dan menyerahkan semuanya kepada anak-anaknya. Amih juga berharap agar Yani dan suaminya Handoyo menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Amih juga meminta mereka untuk memohon maaf kepada keluarga agar hubungan keluarga kembali membaik.

“Amih mah udah pasrah, untuk melunasi utang anak Amih Asep, Amih mah mau jual rumah aja yang di Ciledug buat lunasin utang biar kasusnya segera beres,” tuturnya sambil berurai air mata.

Yani Suryani dan Handoko, suaminya, menggugat Amih ke pengadilan negeri. ‘Katanya’, Amih mempunyai hutang mencapai Rp 20 juta yang belum dibayarnya, karena itu Amih dituntut anak kandungnya Rp 1,8 miliar. Padahal sebenarnya itu pun bukan hutang Amih.

Bermula pada 2001 lalu. Asep, salah satu anak Amih, meminjam uang kepada Yani dan suaminya sekitar Rp 42 juta. Asep menjadikan sertifikat rumah Amih sebagai jaminan saat peminjaman. Namun, hingga saat ini hutang yang baru dilunasi Asep hanya setengahnya.

Karena hutang yang tak kunjung dibayar, Yani ‘menagih’ kepada Amih. Yani meminta Amih menandatangani surat pernyataan bahwa Amih lah yang berutang kepada Yani. Akhirnya Yani menggugat Amih ke Pengadilan. Yani menginginkan Rp 1,8 miliar atas kerugian materil dan immaterilnya. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *