Unik, Informatif , Inspiratif

Dosa Berakibat pada Keberlangsungan Sosial? Ini Buktinya

0

Saat ini cukup banyak maksiat yang tersebar di muka bumi. Tidak sedikit pula orang yang berbondong-bondong menasehati mereka demi rasa kepedulian sesama umat beragama. Terutama untuk umat Islam.

Dengan menyadari jika maksiat yang berbuah dosa itu diceritakan Al-Quran dengan akhir hidup yang disambut azab. Kisah-kisah umat terdahulu pun menjadi contoh yang perlu diambil pelajaran di baliknya.

BACA JUGA: Meninggalkan Maksiat Bukan Karena Allah, Apakah Berpahala?

Saat sekelompok orang yang mengingkari perintah Nabi mereka. Allah turunkan azab dan siksanya seketika itu pula. Dan dampaknya tidak hanya pada mereka yang berdosa saja, melainkan pada semua orang yang ada di sekitarnya.

Allah SWT pun sudah mengingatkannya di jauh-jauh hari, dalam firman-Nya, “Dan takutlah kamu dari siksaan yang tidak hanya secara khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaannya.”(QS. AL Anfal: 25)

Ini merupakan dampak besar akibat dari pelaku maksiat dan buah darinya. Tapi, lain hal jika sudah berkali-kali diingatkan namun malah semakin menjadi-jadi.

Sungguh Nabi sendiri sudah memberikan gambaran tentang hal itu. Kata Nabi perbuatan dosa bisa berdampak pada kesengsaraan sosial.

Bisa diibaratkan seperti dalam kisah seseorang yang melubangi perahu. Saat perahu berlayar di tengah lautan, ada seseorang yang melubangi perahu tersebut. Maka yang terjadi perahu bocor.

Lantas yang akan tenggelam bukan pelaku saja, seluruh awak kapal pun ikut menjadi korban. Padahal awak kapal yang lain tidak ikut merusak perahu.

Nah, seperti itulah namanya perbuatan dosa. Kadang azab itu hanya menimpa pada orang yang berbuat itu saja atau menimpa orang dan lingkungan disekitarnya.

BACA JUGA: Berhati-hatilah dengan Dua Dosa Ini

Bencana alam apabila dilihat di satu sisi merupakan fenomena alam yang wajar. Tapi, disisi lain ini diakibatkan oleh dosa manusia. Secara alamiah bisa diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi.

Disisi lain ini akibat dosa para penebang pohon, dosa pembuang sampah sembarangan. Sehingga berakibat pada orang yang tidak menebang pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. []

Sumber : Memahami Arti Sebuah Musibah/Ust. Abi Radju A. An Nakhrawie/Lumbung Insani/2009


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline