dosa tidak nafkahi istri
Foto: Tribunnews.com

Dosa Besar bagi Suami yang Tidak Nafkahi Istri

Dalam perjanjian nikah yang diucapkan suami kepada istri adalah memberi nafkah lahir-batin. Jika suami tidak memenuhi itu maka ada ketentuan dan konsekuensi yang harus ditanggung, salah satunya dosa.

Kewajiban suami mencari nafkah adalah sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang kepada istri. Tanggung jawab menafkahi tidak hanya soal memberi makan, tetapi juga memberi pakaian yang indah, dan mensejahterakan hati istri.

BACA JUGA: Agar Suami Takluk, Istri Harus Kuasai 5 Hal Ini

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” [Al Baqarah 2:233]

Jika seorang suami tidak menafkahi istri dan anak, padahal ia mampu maka diperbolehkan bagi istri mengambil haknya secukupnya. Hal itu telah dianjurkan Rasulullah SAW sebagaimana sabda beliau.

BACA JUGA: Istri Maksiat, Dosanya Ditanggung Suami?

Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut”. [HR Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714].

Namun, apabila suami tidak memenuhi kewajibannya maka Allah SWT yang akan memberikan ganjaran dan ia pun menanggung dosa.

Rasulullah saw bersabda: “Cukuplah dosa bagi seseorang dengan ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *