Unik, Informatif , Inspiratif

Dosa Besar Membunuh Nyawa Seseorang Tanpa 3 Alasan Ini

0

Islam tegas mengharamkan seorang muslim membunuh jiwa sesama muslim lainnya tanpa alasan yang jelas atau dapat dibenarkan menurut syariat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيْمًا

Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja maka balasannya ialah neraka Jahanam, ia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisâ`: 93)

Namun, ternyata keharaman membunuh nyawa seorang muslim dengan sengaja itu terkecuali bagi tiga hal berikut.

BACA JUGA: Orang-Orang ‘Khusus’ yang Masuk Neraka, Namanya telah Disebut oleh Allah dan Rasul-Nya

Sabda Nabi shalallahu alaihi wa sallam:

لَايَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِى وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقِ لِلْجَمَاعَةِ

Tidaklah halal darah seorang individu muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali karena satu dari tiga alasan: nyawa dibalas dengan nyawa, janda yang berzina, dan orang yang meninggalkan agama serta keluar dari jamaah.” (Muttafaq ‘Alaih)

Dalam Shahîh Bukhari diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah bersabda,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَنْ يَزَالَ الْمُؤْمِنُ فِى فُسْحَةٍ مِنْ دِيْنِهِ مَالَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا

“Orang beriman itu senantiasa dalam kelapangan agamanya selama tidak menumpahkan darah yang haram.” (HR. Bukhari)

Ibnu Umar mengatakan, “Salah satu persoalan berat yang tidak ada jalan keluar bagi seseorang tatkala menjerumuskan diri ke dalamnya adalah mengalirkan darah haram (tidak halal untuk ditumpahkan) tanpa alasan yang menghalalkan.” (Fathul Bari, 12/187)

Rasulullah telah memperingatkan kaum Muslimin agar tidak saling memerangi satu sama lain dan memberitahukan bahwa orang yang membunuh dan yang dibunuh sama-sama masuk neraka.

Diriwayatkan dari Abu Bakrah bahwa Rasulullah bersabda,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفِهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِى النَّارِ. قَالَ: فَقُلْتُ أَوْ قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذَا الْقَاتِلُ، فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلِ؟ قَالَ: إِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ.

“Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang mereka, yang membunuh dan terbunuh masuk neraka.” Perawi berkata,“Aku pun bertanya,” atau ada yang bertanya,“Ya Rasulullah, itu adalah yang membunuh. Namun, bagaimana dengan yang terbunuh?” Rasulullah menjawab, “Karena sesungguhnya ia sangat berambisi untuk membunuh kawannya.” (HR. Muslim, kitab Al-Fitan, Bab“Idza Tawajaha al-Muslimani Bi Saifihima”, 4/2213)

Karena itu, hamba yang saleh tidak akan mau membunuh saudaranya karena takut menjadi penghuni neraka.

Pasalnya, orang yang membunuh akan pulang membawa dosanya sendiri dan dosa saudaranya.

Allah berfirman,

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ. لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَا أَنَا بِبَاسِطِ يَدِيَّ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. إِنِّى أُرِيْدُ أَنْ تَبُوْأَ بِإثْمِيْ وَإِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِيْنَ

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya.

Ketika keduanya mempersembahkan kurban, diterimalah (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).

Ia (Qabil)berkata: ‘Aku pasti membunuhmu!

Habil berkata: ‘Sesungguhnya, Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.

Sesungguhnya, aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya, aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri maka kamu akan menjadi penghuni neraka dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim’.” (QS. Al-Mâ`idah:27–29)

BACA JUGA: Gigi Penduduk Neraka Sebesar Gunung Uhud, Bagaimana Tubuhnya?

Wallahu a’alam bishawab. []

Sumber: Surga dan Neraka | Karya: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar | Penerjemah: Kaserun AS. Rahman


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.