Unik, Informatif , Inspiratif

Dua Atsar Mengenai Shalat Sunah Setelah Akad

0

Meminang merupakan adat kebiasaan masyarakat Melayu yang telah dihalalkan oleh Islam. Peminangan juga merupakan awal proses pernikahan.

Hukum peminangan adalah harus dan hendaknya bukan dari istri orang, bukan saudara sendiri, tidak dalam iddah, dan bukan tunangan orang.

Pemberian seperti cincin kepada wanita semasa peminangan merupakan tanda ikatan pertunangan.

BACA JUGA: Panen Pahala bagi Pria yang Shalat Berjamaah di Masjid

Apabila terjadi ingkar janji yang disebabkan oleh sang laki-laki, pemberian tidak perlu dikembalikan dan jika disebabkan oleh wanita, maka hendaknya dikembalikan, namun persetujuan hendaknya dibuat semasa peminangan dilakukan.

Selain hukum-hukum diatas yang berlaku untuk calon pengantin. Adapula hal lain yang disunnahkan bagi pasangan suami istri setelah selesai akad.

Yaitu shalat dua rakaat bersama. Ada dua atsar mengenai hal ini.

Pertama, Abu Sa’id, budak Abu Usaid berkata, “Aku menikah ketika masih berstatus budak. Aku lalu mengundang beberapa sahabat Nabi s.a.w., seperti Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah. Ketika akan shalat, majulah Abu Dzar ke depan untuk menjadi imam.

Mereka berkata, ‘Mundurlah!’

Abu Dzar berkata, ‘Apakah memang demikian?’

Mereka menjawab, ‘Ya.’

Aku pun maju mengimami mereka, padahal aku adalah seorang budak. Mereka mengajariku dengan mengatakan, ‘Apabila istrimu telah masuk menemuimu, shalatlah dua rakaat kemudian mintalah kepada Allah dari kebaikannya dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukannya setelah itu adalah urusanmu dan istrimui.” (HR. Abu Bakar ibn Abu Syaibab)

Kedua, Syaqiq meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki berrtama Abu Hariz datang lalu berkata, “Aku menikahi seorang wanita muda (perawan) dan aku takut ia membenciku.”

BACA JUGA: Shalat Adalah Perkara yang Sangat Penting

Abdullah ibn Mas’ud berkata, “Sesungguhnya, kasih sayang itu dari Allah, sedangkan kebencian itu dari setan yang ingin membuat kalian benci terhadap apa yang telah Allah halalkan. Jika ia (istrimu) mendatangimu, suruhlah ia shalat dua rakaat di belakangmu.”

Dalam satu riwayat lain dari Ibnu Mas’ud ada tambahan, “Dan katakanlah, ‘Ya Allah berilah keberkahan dalam keluargaku dan berkahilah mereka untukku. Ya Allah, kumpulkanlah kami dalam kebaikan dan pisahkanlah kami—jika Engkau memisahkannya juga dengan kebaikan’.” (HR. Abu Bakar ibn Abu Syaibah) []

Sumber: Tuntunan Pernikahan Islami Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline