Unik, Informatif , Inspiratif

Dua Jenis Dosa Jariyah yang Harus Diketahui

0 105

Jika kita memiliki kontribusi sedikit dan sekecil apapun pada bangunan mesjid misalnya. Kemudian mesjid tersebut masih terus kokoh berdiri dan menjadi tempat shalat dan mengaji hingga jangka waktu yang panjang, in sya Allah kontribusi kita akan bernilai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Begitu pun ketika kita dengan sabar mengajarkan satu huruf alif pada anak kita, sehingga ia mengetahui huruf tersebut dari Anda dan dapat membaca karena Anda, itu pun in sya Allah akan menjadi bagian dari amal jariyah.

Lalu, jika kemudian Anda melakukan satu keburukan, yang kemudian diikuti oleh orang banyak, maka justru sebaliknya, Anda akan menanggung dosa jariyah tanpa mengurangi dosa orang yang mengikuti Anda. Kadang kita tidak sadar telah membuat dosa jariyah. Perhatikanlah bagaimana suatu berita hoax tersebar tanpa tahu siapa yang pertama kali menyebarkannya. Bagaimana satu tarian, lagu, kata-kata,  dan lainnya yang lebih banyak keburukan daripada manfaatnya kemudian menjadi satu trend atau istilah sekarang menjadi viral.

BACA JUGA: 5 Amal Penghapus Dosa

Perhatikanlah hadits-hadits yang mengingatkan akan dosa jariyah.

“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka,” (HR. Muslim).

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak Adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu,” (HR. Bukhari, Ibn Majah).

“Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim)

Dari hadits-hadits di atas dapat dijabarkan perbuatan-perbuatan yang termasuk dalam dosa jariyah diantaranya;

Menjadi pelopor perbuatan buruk. Termasuk perbuatan buruk adalah perbuatan yang mendorong pada kemaksiatan. Menyebarkan berita bohong yang menimbulkan prasangka buruk, kebencian dan lainnya sehingga akhirnya banyak yang percaya dan mengikuti menyebarkannya. Menyebarkan konten-konten pornografi, foto-foto yang tidak menutup aurat. Membuat tarian, lagu atau lainnya yang kemudian di tiru banyak orang dan menjadikan banyak orang lalai.

BACA JUGA: Ketika Dosa Menjadi Sebuah Panutan

Mengajak pada kesesatan. Ajaran-ajaran sesat seperti kita ketahui ada saja yang muncul dan diikuti oleh orang yang kadang jumlahnya cukup banyak. Selain itu ada juga orang-orang pintar tetapi perkataannya tidak dilandasi dengan keimanan pada Alquran dan hadits dan kemudian apa yang dikatakannya diikuti dan disebarkan sehingga luas dan banyak yang mengikutinya.

Kita tentu tak ingin mendapatkan dosa jariyah, sebaliknya ingin hanya mengumpulkan amal jariyah. Mohonlah selalu perlindungan pada Allah. Dan berhati-hatilah pada setiap lisan dan perbuatan kita. []

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline