Unik, Informatif , Inspiratif

Dua Jenis Kekafiran (1)

0

Rasulullah SAW telah Allah SWT utus untuk memberantas kejahiliahan dan kekafiran yang membelenggu masyarakat Arab pada masa itu. Dengan ajaran Islam yang ia bawa, Rasulullah SAW mengajak agar mereka beriman kepada Allah SWT dan meninggalkan kekafiran.

Namun, dalam perjalanannya, tidak semua bisa menerima risalah yang Rasulullah bawa. Sampai hari ini pun, kekafiran itu masih ada di banyak tempat di dunia. Maka bersyukurlah saudaraku, karena kita saat ini berada dalam keadaan Islam, dan semoga tetap menjadi Islam hingga akhir hayat.

BACA JUGA: Pentingnya, Etika Bisnis dalam Islam

Mengenai kekafiran, ada dua jenis kekafiran yang dijelaskan dalam al-Qur’an: kafir asli dan kafir murtad.

Kafir asli adalah mereka yang tidak menganut agama Allah SWT yang disampaikan kepada manusia lewat perantaraan Nabi Muhammad SAW. Termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang mengatakan adanya tiga tuhan, seperti firman Allah SWT,

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Rabb Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih,”(al-Ma’idah: 73).

Para ulama menyebut penyimpangan dalam akidah kaum Nasrani sebagai al-ghuluw fid diin (berlebih-lebihan dalam urusan agama). Nabi Isa adalah hamba dan utusan Allah SWT, bukanlah tuhan seperti yang mereka katakan.
Rasulullah SAW sangat khawatir hal yang sama akan terjadi pada dirinya dan umatnya, sehingga beliau menegaskan melalui sabdanya,

“Janganlah kalian memujaku (secara berlebihan) seperti kaum Nasrani memuja Isa. Katakanlah ‘abdullaahi wa rasuuluhu (hamba Allah dan utusannya),”(HR. Bukhari).

BACA JIGA: Kapan Rasulullah Baca Surat al-Ikhlas dan al-Kafirun dalam Shalat?

Selain itu, mereka yang memisahkan keimanan kepada Allah dari iman kepada Rasulullah SAW, mereka termasuk golongan ini. Sebagaimana firman Allah SWT,

“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),’ serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir), merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.”(QS. An-Nisa:150-151) –BERSAMBUNG. []

 

Sumber: Kerajaan Al-Qur’an/Hudzaifah Ismail/Penerbit: Penerbit Almahira/2012


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline