Unik, Informatif , Inspiratif

Masjid-Masjid Donggala Itu Masih Kokoh Diterpa Gempa dan Tsunami

0 14

Hancur lebur. Gempa dan tsunami mengoyak perumahan di sepanjang pesisir pantai Donggala, Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Banyak dari mereka pergi mendaki pegunungan, kabur keluar kabupaten itu.

BACA JUGA: Menkominfo Siapkan 10 Titik Wifi Gratis di Daerah Palu-Donggala

Layak disebut kota mati, tak berpenghuni. Angin bebas menerpa seluruhnya, tanah kering, perahu terguling di darat. Namun, bangunan tempat sujud itu masih menjulang gagah. Mutiara indah, masjid buatan Muslim Donggala.

Image result for masjid ar rahmat donggala
Masjid Ar-rahmat (Foto: Kumparan)

Kuasa-Nya “merasuki” bangunan itu, melainkan sedikit cacat. Debu dan rempahan bekas Tsunami gempa.

Masjid Ar Rahmat di Desa Loli Londo dan Masjid Babul Jannah, Desa Loli Saluran, Donggala. Selain itu Masjid Al Amiin di pantai timur Donggala ikut berdiri kokoh.

Kesaksian warga di Desa Loli Londo tak bisa dimungkiri, Masjid Ar Rahmat dihantam tsunami dengan ketinggian air laut mencapai 9 meter.

Awalnya, kata seorang warga yang bernama Samiun, air laut sempat surut sebelum menghempas masjid.

Image result for masjid al amin  donggala
Masjid Al-Amiin (Foto: Kumparan)

Air sempat surut, terlihat batu karangnya. Air seperti mendidih. Kami langsung lari ke gunung. “Air laut mendorong rumah warga. Kami kira habis itu masjid,” kata Samiun di Desa Loli Londo.

Samiun menjawab, Masjid Ar Rahmat baru mengalami renovasi, setelah berdiri selama hampir 20 tahun. “Ini baru diperbaiki, tapi alhamdulillah, enggak ada kerusakan parah. Kami pikir ini sudah hancur, imbuh Samiun.”

BACA JUGA: MasyaAllah, Masjid Kuno Ini Masih Kokoh Meski Diguncang Gempa Lombok

Sementara itu, Nana, 42 tahun, warga Desa Loli Saluran, menceritakan detik-detik saat gempa membuat keluarganya dan warga lain berhamburan ke luar. Mereka melihat air laut sudah menjilat, melahap pondasi rumahnya. Tampaknya tak lama akan digerus air laut.

“Gempa pertama air laut (seperti) mendidih. Begitu selesai air laut mendidih, air laut kayak dihisap baru dihantam ke kami,” ujar Nana yang masih trauma mengingat peristiwa pertama dalam hidupnya itu.

Nana mengatakan, masjid Babul Jannah yang menjadi tempat mereka beristirahat setelah turun dari bukit. “Masjid Babul,” kata Nana, “Sudah lama dibangun.”

Pengungsi di Donggala menyakini, masjid-masjid tersebut dilindungi Tuhan Yang Mahakuasa dari bencana alam. “Ini biar yang lain ingat sama Allah,” pungkas orang-orang malang itu. []

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline