Unik, Informatif , Inspiratif

Dua Opsi Lion Air untuk Korban yang Punya Istri Lebih dari Satu

0 424

Ada dua opsi yang ditawarkan oleh manajemen Lion Air Group kepada ahli waris korban pesawat JT-610 yang beristri lebih dari satu, terkait uang asuransi.

Menurut Humas Lion Grup, Ramaditya Handoko, ada dua hal yang akan dilakukan Lion Air Group.

BACA JUGA: Akhirnya Kepala Pesawat Lion Air JT 610 Ditemukan

“Pertama, kami akan mengupayakan diselesaikan secara kekeluargaan. Itu hal yang paling utama,” ujar Rama, saat ditemui di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Rama mengatakan bila penyelesaian dengan jalan kekeluargaan menemui jalan buntu, pihaknnya akan menempuh cara lain. Pihaknya tak segan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Kami mempersiapkan tim pendamping secara hukum seperti notaris dan lawyers. Ini jika tidak menemukan titik temu, kami siapkan bantuan hukum,” kata Rama.

Lima Istri

Pada Selasa, 6 November 2011, terjadi kericuhan di RS Polri Said Sukanto. Korban pesawat Lion Air JT 610 yang berhasil teridentifikasi, ternyata memiliki lima orang istri. Sebanyak tiga orang istri hadir saat mengambil surat keterangan kematian.

Ketiga istri tersebut saling berebut surat keterangan kematian sehingga menyebabkan aksi saling dorong. Kejadian ini mengundang keributan dan menarik perhatian pengunjung rumah sakit.

Pihak Lion Air telah berkomitmen memberikan asuransi Rp 1,3 miliar kepada ahli waris korban Lion Air. Dari jumlah itu, sebesar Rp 1,25 miliar adalah asuransi pokok dan Rp 50 juta asuransi bagasi.

BACA JUGA: Senggol Tiang, Lion Air Sebut Sudah Sesuai Prosedur Arahan Kontrol

Salah satu korban Lion Air ada yang memiliki lima istri. Tiga di antaranya berebut surat keterangan kematian yang menjadi salah satu syarat pencairan uang asuransi dari Lion Air.

Untuk mendapatkan pencairan klaim asuransi, keluarga korban Lion Air harus menyediakan delapan dokumen syarat yaitu: KTP seluruh ahli waris, akta kelahiran seluruh ahli waris, akta kelahiran penumpang, akta perkawinan orang tua penumpang, akta perkawinan penumpang, kartu keluarga penumpang dan ahli waris, akta kematian penumpang dan surat keterangan ahli waris. []

SUMBER: TEMPO

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline