Manusia yang Bersahabat dengan Malaikat

Dua Pangkal Kebahagiaan Manusia

Sebuah rumusan akan kebahagiaan. Sejatinya, manusia yang mengarungi kehidupan sering merasakan berbagai macam dinamikanya–Suka dan duka–namun ada satu yang pasti, kebahagiaan. Yang ingin diharap-harapkan.

Syaikh Ibnu Taimiyah memberikan rumusan akan pangkal atau ujung kebahagiaan.

Beliau mengatakan, Allah s.w.t telah memberikan kelebihan kepada anak Adam dengan dua hal yang merupakan pangkal kebahagiaan.

Pertama, setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Karena itu, jika jiwa manusia dibiarkan dalam fitrahnya, maka ia pasti mengakui ketuhanan Allah dan mencintai-Nya.

Ia akan menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Namun, jiwa manusia dirusak oleh apa yang dihiaskan kepadanya, oleh setan manusia maupun setan jin, melalui kebatilan dan dibisikkan di antara mereka satu sama lain.

kedua, Allah telah memberi hidayah secara umum kepada manusia, yaitu dengan pengetahuan dan sebab-sebab ilmu yang diletakkan dalam diri mereka secara fitrah, serta melalui kitab-kitab yang dirurunkan dan para Rasul. []

Al-Fatawa, 14: 295-296

Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *