remaja menikah di kantor polisi
Foto: Tribunnews

Dua Remaja yang Pernah Buang Bayi Menikah di Kantor Polisi

Dua remaja terpaksa dinikahkan di dalam mushala penjara karena sang calon pengantin pria masih mempunyai masalah dengan hukum karena pernah membuang bayi hasil hubungannya dengan pasangannya. Pernikahan tersebut dilangsungkan di Musala An Nur, Polres Banjar, Martapura, Kalsel, Jumat (17/11/17) malam.

Lelaki berkopiah itu adalah Sapwan, saksi sekaligus penghulu atas peristiwa sakral yang dilakukan dua sejoli Rd (18) dan SM (16), Jumat malam.

Senang bercampur haru saat Rd yang merupakan calon pengantin laki-laki, berjabat tangan seraya menjawab lafadz qabul dari sang penghulu.

Pasalnya, meski sudah resmi mempersunting SM sebagai istrinya, namun proses hukum harus tetap dijalani mereka berdua.

” Ya mau tidak mau, proses hukum harus tetap dijalani,” ujar Basit, ayah Rd.

Rd dijerat undang-undang perlindungan anak atas kasus penelantaran bayi darah dagingnya sendiri hasil hubungan SM pada Senin (30/11/2017) lalu.

Ia mengaku nekat membuang bayinya lantaran tak ingin malu terhadap hasil hubungan gelapnya dengan SM.

Bayi tersebut kemudian ditemukan di sebuah rumah warga sekaligus ketua RW Gang Sampurna Kelurahan Tanjung Rema Darat, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar Kalsel.

Kasubbag Humas Polres Banjar, Iptu Sugiarto mengatakan, keduanya melangsungkan pernikahan atas permintaan pihak keluarga.

“Mereka kami nikahkan atas permintaan kedua belah pihak,” ungkap Sugiarto.

Lebih lanjut ia juga mengatakan, meskipun kedua remaja tersebut sudah dinikahkan, namun pihaknya tetap melanjutkan proses hukum terhadap mempelai pria, Rd.

“Pernikahan ini tidak menghentikan proses hukum terhadap Rd dan akan terus kita proses menurut undang-undang yang berlaku” jelasnya. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *