Unik, Informatif , Inspiratif

Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Munajat 212, IJTI: Kami Mengutuk Keras Kejadian Tersebut

0

JAKARTA– Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana angkat bicara perihal dugaan aksi tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya di acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/02/2019) malam.

Yadi mewakil IJTI mengutuk dan mengecam keras kekerasan ini, karena menurunya tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-undang sebagaimana yang diatur dalam Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BACA JUGA: Acara Munajat 212 Sudah Kantongi Izin Polda Metro

Dimana, jurnalis dalam menjalankan profesinya mendapat perlindungan hukum.

Kerja-kerja jurnalistik itu kata dia, mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik.

“Oleh karea itu pelaku tindak kekerasan bisa dijerat pasal pidana yang merujuk pada KUHP, serta Pasal 18 UU Pers, dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta,” katanya.

“Tindakan Laskar FPI yang mengintimidasi serta penghapusan video dan foto yang diambil oleh awak media dalam acara Munajat 212 masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum,” ujarnya.

Perlu diketahui, kejadian itu bermula saat beberapa pemuda berseragam putih bertuliskan melarang wartawan merekam kericuhan saat terjadi penangkapan pria diduga pencopet di acara tersebut.

Kemudian, sejumlah wartawan yang merekam penangkapan pencopet diintimidasi serta dirampas telepon genggamnya. Sebagian dari mereka dipaksa untuk menghapus video kericuhan tersebut.

“Tidak hanya itu salah satu jurnalis juga mengalami perlakukan kasar, mulai dicekik, dicakar dan diseret oleh sejumlah orang,” ujar Yadi.

BACA JUGA: Disebut Ada Unsur Politik di Malam Munajat 212, Ini Kata Fadli Zon

Sedikitnya empat wartawan dari media online dan TV menjadi korban. Diantrannya jurnalis Detik.com, Suara.com, Kompas.com dan CNNIndonesia TV. []

SUMBER: SUARA.COM


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline