Unik, Informatif , Inspiratif

Empat Cara Menyikapi Orang yang Membenci

0

Bagaimana cara menghadapi orang yang membenci kita?

Menurut saya, itu bagian dari hidup. Akan selalu saja ada yang membenci kita.

Rasulullah SAW saja ada yang membenci, apalagi kita.

Mengapa sikap kita harus benar?

Karena hidup kita terlalu berharga, jangan sampai motivasi, pikiran, dan usaha kita meraih sukses terganggu oleh kehadiran orang yang membenci kita.

Biarkan saja, selama dia tidak melakukan kedzaliman kepada kita.

Saya akan lebih fokus pada diri saya. Kecuali dalam kondisi tertentu yang mengharuskan kita membela diri, maka kita harus membela diri. Jika hanya benci, ya biarkan saja. Itu adalah pilihan orang itu.

Dibawah ada empat sikap yang bisa kita lakukan:

1. Tetap sambung tali silaturahmi

Cara menghadapi orang yang membenci kita yang sangat positif adalah dengan berusaha menyambung silaturahmi dengan dia. Cobalah untuk tetap berhubungan, berteman, atau berinteraksi secara normal.

Tentu harus hati-hati, jangan sampai kita justru memberikan peluang dia untuk berbuat jahat. Kita tetap berbuat baik kepada dia, sambil tetap waspada.

Bantulah dia saat membutuhkan bantuan. Hargai pendapat dia. Hormati keputusannya. Sayangi teman dan keluarganya. Tentu dengan menjaga sikap kita jangan sampai terlihat menjilat.

Tidak mudah, hanya orang yang berhati besar bisa melakukan ini. Termasuk Anda bukan?

Bagaimana jika dia tetap tidak mau bersilaturahmi dengan kita?

Sekali lagi, kita sudah melakukan bagian kita. Selanjutnya fokus pada diri sendiri saja, tidak perlu menghabiskan waktu kita untuk memikirkan dia. Jika ada kesempatan bertemu, tetaplah bersikap baik. Selain itu, fokus pada diri sendiri saja.

2. Menjadi Bahan Intropeksi

Kadang, pendapat orang yang membenci kita itu jujur. Dia menunjukan hal-hal yang jelak dan kurang pada diri kita. Berbeda dengan pendapat teman yang sungkan kepada kita, sehingga tidak mengungkap kekurangan kita yang sebenarnya.

Kita seolah memiliki coach yang selalu menunjukan kekurangan dan kesalahan yang kita lakukan. Tentu, bisa saja dia mengatakan yang tidak benar dan mengada-ngada karena kebencian. Namun kita sendiri bisa menyaring, pendapat mana yang benar atau salah.

Kadang … bisa jadi orang membenci kita sebenarnya tidak ada yang salah dengan kita. Jika bicara kekurangan dan kesalahan, semua orang juga punya kecuali para nabi. Kita sendiri tidak membenci orang lain bukan? Yang kita benci adalah kelakukannya bukan?

3. Do’akan Kebaikan dan Kesadaran

Do’akan saja, mudah-mudahan Allah memberikan kesadaran bahwa sikap membenci itu tidak baik. Mudah-mudahan dia memaafkan kita jika kita memang salah. Atau dia sadar dan mau berdamai serta bersilaturahim.

Do’akan dengan serius ya. Buktikan bahwa kita orang yang tidak sama dengan dia. Kita lebih baik dengan berharap kebaikan bagi dia. Bukan pedengki yang mengharapkan keburukan.

4. Bersabar

“Dan Kami jadikan sebagian kamu, (sebagai) cobaan bagi yang lain. Sanggupkah kamu bersabar?. Dan Rabb-mu Maha Melihat.” (QS. 25: 2)

Bisa jadi kehadiran orang lain yang membenci kita adalah cobaan dari Allah, sejauh mana kita bershabar. Kehadiran orang lain itu sebagai cara untuk menjadikan kita lebih baik dan lebih dewasa.

Memang, dalam kondisi tertentu kita tidak bisa membiarkan orang yang membenci kita, saat dia melakukan kedzaliman, merampas hak kita, dan membahayakan diri kita. Kita harus membela dan melindungi diri. Lakukan dengan cara yang baik, jika harus, lakukan dalam koridor hukum.

Mudah-mudahan kita selalu diberikan keshabaran dalam menghadapi orang yang membenci kita. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.